22 January 2010

Hasrat & Nafsu Part 1

22 January 2010

Ini adalah pengalaman unik saya sendiri yang kejadiannya masih berlangsung sampai sekarang ini. Ini benar-benar terjadi. Sebelumnya perkenalkan nama ( panggilan ) saya Ery, asal kota Surabaya dan sekarang masih berstatus mahasiswa sebuah PT di kota Malang. Umur saya masih 23 tahun dan saat ini sebenarnya saya baru saja lulus kuliah ( tinggal menunggu wisuda ). Sebenarnya awal kejadian nya baru berlangsung sejak 1 bulan yang lalu dan masih berlangsung hingga sekarang, tepatnya dimulai sekitar akhir bulan September 1998 kemaren. Keunikan pengalaman sex saya ini karena saya melakukannya dengan ibu kost teman kuliah sekaligus sahabat saya sendiri yaitu Agus ( panggilan ).

Ibu kost sahabat saya ini sebenarnya bisa dikatakan masih muda juga, sekitar usia 34 tahun. Namanya mbak Marissa. Sudah bersuami namun seperti yang saya lihat sendiri, rumah tangga mereka tidak pernah akur. Mbak Marissa sendiri tidak pernah mengatakan ada apa sebenarnya yang menyebabkan ia tidak pernah akur dengan sang suami. Namun dari selentingan yang pernah dan sering Agus dengar ketika mereka bertengkar, intinya adalah karena keinginan mbak Marissa untuk memiliki anak, sedangkan sang suami walaupun sebenarnya bukan mandul ( menurut gosip pegawai salon milik mbak Marissa ) bibit spermanya lemah. Pak Herman ( suaminya ) katanya sudah berusaha berobat kesana kemari tetapi belum ada perkembangan yang meyakinkan. Mungkin karena keinginan yg begitu besar dari mbak Marissa inilah yang menyebabkan Pak Herman sampai kehilangan gairah sex nya lagi. Dan ini menurut Agus sudah terjadi semenjak pertama kali dia kost di tempat itu, atau semenjak 2 tahun yang lalu, karena sebelumnya memang Agus kost di kawasan kampus STIE MK. Saya sendiri baru sekitar 1 tahun yang lalu kerap ke tempat Agus yang sekarang ( di kawasan perumahan Purwantoro Agung ), dan saya sendiri kost dikawasan Blimbing.

Dengan mbak Marissa sendiri sebenarnya saya juga barusan akrab sekitar 2 bulan yang lalu. Itu juga gara-garanya karena wajahnya yang benar2 sangat mirip dengan Esmeralda yang selalu diputar SCTV saban hari. Saya sering menggodanya dengan sebutan mbak Esmeralda Indonesia. Mbak Marissa ini asli orang Manado sehingga nggak heran wajahnya begitu cantik dan putih rada-rada indo seperti orang Manado kebanyakan. Sedang suaminya Pak Herman bekerja sebagai kapten kapal sebuah perusahaan pelayaran swasta. Sehingga dapat dibilang selama setahun hanya beberapa kali saja Pak Herman pulang ke rumah, selebihnya tentu banyak berlayar keluar negeri. Rumah mbak Marissa ini bisa dikatakan lumayan besar dan mewah. Maklumlah pekerjaan sang Suami pasti sangat mendukung sekali dalam soal materi. Selain dibuat tempat kost, mbak Marissa juga membuka usaha Salon yang cukup maju. Sehingga bisa dibilang tempat kost si Agus ini tak pernah sepi, selain Agus masih ada 5 orang lagi yang kost di situ, kesemuanya kebetulan cewek single yang sudah bekerja semua.

Si Agus memang benar2 mujur diterima disitu karena kebetulan mbak Marissa memang ingin setidaknya ada penghuni cowok yang bisa menjaga dan mengawasi rumahnya. Maklum selama Pak Herman berlayar isi rumah itu memang cewek semua. Dan mbak Marissa bukanlah orang yang begitu peduli dengan aturan budaya ketimuran. Semua tamu cowok dan cewek boleh bebas masuk bertamu ( kebanyakan masuk kedalam kamar kost ) asal jangan sampai diatas jam 11 malam. Perlu saya jelaskan sebelumnya tempat tinggal Mbak Marissa ini bentuknya seperti huruf U dilihat dari depan, antara tempat kost dengan rumah induk berdiri sendiri-sendiri hanya terpisahkan dengan taman dan kolam ikan yang cukup lebar, sedang ruang untuk salon kecantikannya jadi satu dengan rumah induk.

Jadi tidak heran, saking bebasnya bisa dikatakan hampir saban hari tamu2 pria atau wanita entah pacar atau teman ketiga cewek tsb termasuk juga Agus leluasa bebas keluar masuk bahkan tidak jarang ada yang sampai nginap segala. Seringkali ketika mampir ke sini, sewaktu saya berjalan menuju kamar si Agus yang berada diujung belakang sendiri, di salah satu kamar cewek penghuni kost itu sering terdengar suara lenguhan atau rintihan pelan orang yang sedang asyik masyuk bersenggama ria. Kalau sudah begitu saya tinggal mencari ada nggak sendal si Agus diantara salah satu pintu depan kamar cewe2 tersebut. Kalau tidak ada berarti bukan si Agus yg sedang ngerjain cewek2 itu. Memang si Agus sekali lagi benar2 mujur. Dari kelima cewek tersebut 3 diantaranya bisa diajak ngentot ( just for fun tentunya ), meskipun sebenarnya mereka bukan pelacur. Edannya mereka semua juga cantik2 sekali dan berasal dari luar daerah. Tetapi dibanding mbak Marissa kecantikan mereka masih kalah, selain lebih putih mbak Marissa kelihatan jauh lebih menarik dan anggun.

Di tempat tersebut Agus sudah dikenal sebagai Ayam Jago alias tukang nidurin cewek. Sahabatku ini memang bejat dan maniak sex, 3 dari 5 cewek penghuni kamar kost tempat mbak Marissa itu sudah digarap semuanya. Salah satunya, Si Nani menurut Agus masih perawan ketika ia pertama kali menggagahinya. Aku tak bisa membayangkan sudah berapa kali temanku Agus ini menggilir Farida, Nani dan Yeni selama 2 tahun ini. Edannya …. Gratis lagi. !!!! Andai saja mau, bisa saja aku ikut mencicipi kemulusan dan kemolekan tubuh mereka dan mereguk kenikmatan sex bersama mereka, tapi saya bener-bener ogah dapet bekasnya si Agus. ” Ogah Gus … barang bekas pakaimu …”, teriakku ketus.

Haa ….. hhaaa …ha …… kalo sudah gitu dia pasti ketawa ngakak. ” Alaaa .. Ery….Ery …. munafik banget si kau …apa bedanya friend … khan masih mending bekas sahabat sendiri … ha ..ha…”, celetuk Agus dengan logat bataknya yg kental. ” Ogaaaaaaaaahhhhh ……..” ” He…hee … kao nggak kasihan sama Farida, ama Nani en juga Yeni …. mereka kepingin banget bisa ngerasain kejantanan kontol kau kawan … he..hee …” ” Kalo sama Mona atau mbak Marissa mungkin aku mau Gus …. “, kataku kesal. ( Mona adalah salah satu penghuni kamar yg termasuk cewe baik2 dan paling manis menurutku ) ” Haaah … beneran nih Er … he..he … rayuanku aja belum berhasil Er …mmm …. Terus terang aku pengen sekali menidurinya …. He…he …” ” Edaan … masih mau nambah juga …. awas kau Gus…”, ujarku kesal. Terus terang kadang aku sendiri kasihan juga dengan Farida, Nani atau Yeni yg cantik…. Kok mau-mau nya digarap Agus yg notabene udah item kaya pantat panci … gendut lagi ( Agus memang postur tubuhnya rada gendut dan berkulit agak kehitaman karena sering keluyuran )

Sore itu selesai bimbingan skripsi aku langsung mampir ke tempat Agus hendak pinjam film VCD nya yg katanya baru dibelinya kemaren. Ia memang kolektor film2 bioskop. Saat itu suasana tempat mbak Marissa sedikit lebih sepi dibanding biasanya. Salonnya pun sudah ditutup. Kamar mbak Marissa kulihat dari seberang taman kelihatan gelap karena lampunya dimatikan. Mungkin sedang pergi pikirku.

Aku bergegas menuju ke kamar Agus yg berada di ujung belakang dan kulihat pintu kamarnya sedikit terbuka dan lampunya dihidupkan. Aku sudah hendak menerobos masuk untuk ngagetin dia karena aku tahu Agus orangnya gampang kagetan dan penakut namun niatku segera kuurungkan ketika didepan pintu kamarnya kudengar ada suara erangan dan rintihan wanita. Siall … pikirku. Sore-sore begini mau Maghrib bisa-bisanya ……Agus sedang … Dari suara erangannya aku bisa menduga itu pasti si cantik Farida yg sedang digarapnya. ” Ooouuuhhh …. Guusss … nnngggghhhhh …… nnnngggghhhhhhhhhhhhhhgggggg …..” Syittt …. Bisikku. Si Farida tampaknya pas lagi orgasme. ” Nnnnnnngggghhhh ….. ooouuuuuhhhh ….Guss …..nnnggggngggghhh…..” ” Enaak khan Rida ….”, bisik Agus terdengar dengan napas memburu. Keliatannya dia belum enjakulasi. Penasaran juga aku mendengarnya, mau tak mau alat vitalku tegang juga. Gimana-gimana sebenarnya aku kepingin juga bisa ngerasain yg rasanya senggama.

Saya memang masih perjaka ting-ting dan saat ini bahkan belum punya pacar sama sekali. Lucu memang, terus terang menurut orang saya ini tergolong sangat tampan, dan saya pun menyadari itu, banyak cewek2 cantik yg sebenarnya naksir tapi saya lebih senang menghabiskan waktu di Cyber Cafe surfing internet atau kalo tidak kongkow ke tempat Agus saban waktu, daripada cari pacar. Selain kata orang sangat tampan, tubuh saya sangat atletis karna saya juga rajin fitness dan olahraga, tinggi tubuh saya 172 cm, warna kulit sawo matang dan kalo boleh saya sebutkan juga ukuran alat vital saya panjang kurang lebih 16,5 centi.

Dengan rasa penasaran saya mencoba mengintip dari celah pintu kamar Agus yang sedikit terbuka. Astaga …. Selama ini baru pertama kali ini saya melihat Agus ngerjain cewek. Untung kebetulan posisi senggama mereka agak sedikit membelakangi pintu kamar. Dan kulihat Agus dgn posisi setengah berdiri ( dog style ) sedang menggarap tubuh bugil Farida yang tidur setengah menelungkup diatas tempat tidur, pinggul Farida kelihatan begitu padat, putih mulus dan seksi sekali. Sambil memeluk sebuah guling Farida menunggingkan pantatnya kearah tubuh Agus yg juga telanjang bulat. Kulihat betapa buasnya si Agus mengayuh pinggulnya kedepan belakang menghunjamkan batang penisnya yg ternyata berwarna coklat kehitaman kedalam liang kemaluan milik Farida yg berwarna putih kemerahan. Aku benar2 kagum dengan bentuk bukit kemaluan milik Farida itu.

Besar montok dan berjembut lebat kehitaman. Sedang liang vaginanya yg merah itu kelihatan masih sempit, terbukti dengan ketatnya jepitan daging vaginanya saat menjepit batang penis milik Agus yg ternyata relatif kecil ( mungkin diameternya cuman 3 centi saja ), saya tidak menyangka penis si Agus sekecil itu. Daging liang vagina milik Farida itu sampai tertarik keluar begitu Agus menarik batang penisnya yg hitam panjang itu keluar sebelum dihunjamkannya kembali dengan buas sampai kandas ke liang kemaluan Farida. ” Oooooouuuuhhhhh ..nnnnggggghhhhh ….. enaaak sekali Guss ….nnngggghhhh …. Yaaahhhhh …… oowwwwwwwooowww ……..”, rintih Farida penuh kenikmatan. ” Yeeaaaahh … “, teriak Agus gemas melihat Farida sedang mereguk kenikmatan orgasmenya, digoyangkannya dengan membabi buta pinggulnya ke depan belakang, batang penis milik Agus yg kehitaman itu tampak basah berlendir ketika berulang kali dihunjamkan keluar masuk ke dalam liang vagina Farida yg terlihat sempit mungil itu.

Kontras sekali rasanya melihat tubuh Farida yg bahenol putih mulus dengan pinggulnya yg seksi aduhai sedang disetubuhi oleh tubuh Agus yg hitam sedikit gembrot. Persis orang negro sedang ngerjain cewe bule. Edaan sekali ketika pada akhirnya kulihat tubuh Agus kelihatan bergetar hebat, goyangan pinggulnya bergerak semakin cepat seperti piston sambil mulutnya menggeram hebat. ” Aaaaaaaaarggghhhhhhhhhh …….. yeeaaaaahhhh ……. aaaagggkgkgkggghhhhhh …..” pekik Agus keenakan. Gila pikirku, rupanya Agus sedang meregang melepas enjakulasinya. ” Ridaaaa … aaaahhhggggggkkkgggffffhhh …… maniiiku keluuuaar ….. yyaaahgghhh ..aaaggghhh ….” Aku mendelik gemas melihat tubuh Agus menggeliat-geliat keenakan mirip cacing kepanasan, sementara pinggulnya dihentak-hentakkan dengan kuat ke pantat Farida yang montok seksi. Aku membayangkan Agus sedang memuntahkan air maninya yang kental ke dalang liang vagina Farida yg terlihat sempit itu. Edan pikirku … tidak pake kondom lagi si Agus, gimana kalo Farida hamil.

Tanpa terasa alat vitalku jadi tegang ngaceng membayangkan puncak kenikmatan yg sedang Agus alami. ” Aaawwww …. aaawww …..Gus … pelan-pelan dong …. vaginaku sakit …. Guss …. aawww …. Iiiihhhh …. Gussss … kok .. manimu dikeluarin di dalam sih … “, pekik Farida kesakitan setengah protes karena si Agus memuntahkan air maninya ke dalam tubuh Farida. Tapi Agus sama sekali tak peduli, sambil terus menggeram hebat dan meregang keenakan terus dihentak-hentakkannya dgn kuat pinggulnya menghantam pantat Farida, sembari mengeluar masukkan batang penisnya yg sedang meledak memuntahkan air mani ke dalam liang vaginanya. Jemari kedua tangan Agus yg kekar begitu kuat memegangi pinggang Farida hingga cewe cantik itu tak bisa bergerak sama sekali. ” Aduuuuhhhh … Gus …. sakkiiiitt … aawww …. kok dikeluarin di dalem sih ….. iihhh … sudah ..Gus … sudah … iihhh … aku bisa hamiil gus ….iihh kentaalnya ….aaawww ..”, pekik Farida semakin kesakitan. Gilaaa … si Agus pikirku. Mau enaknya aja dia.

Aku tak tahan menyaksikan adegan merangsang itu lebih lama lagi. Setengah berlari aku menuju ke kursi taman disamping kolam ikan yg persis berada ditengah2 komplek rumah mbak Marissa itu. Kuhempaskan pantatku diatas kursi panjang yg tepat berada dibawah lampu taman. Suasana senja itu semakin bertambah temaram. Aku mencoba menghapus bayangan2 hot yg mungkin masih berlangsung di kamar Agus. Sambil menunggu mereka selesai main, kurenggangkan otot-otot dan perasaanku sendiri yg sempat tegang tadi. Alat vitalku masih sedikit ngaceng membayangkan kejadian hot tadi.

Dan tanpa terasa 10 menit telah berlalu …. Namun kulihat pintu kamar si Agus masih belum juga terbuka menandakan kedua insan bejat itu masih berada dalam kamar. Aku mulai heran ngapain aja si Farida lama-lama disitu … khan tadi sudah sama-sama puas. …. Atau barangkali mereka masih teler keenakan dan tertidur disitu …. Waaah sialan … jadi obat nyamuk nih aku. Kenyataanya memang saat itu tubuhku mulai gatal-gatal dikerumuni nyamuk. Ketika aku hendak memutuskan untuk balik pulang saja tiba-tiba kurasakan ada seseorang yg menepuk pundakku dari belakang. ” Heii … dik Ery …!” Aku terhenyak kaget dan menoleh ke belakang. Oooohhhh … aku mengelus dada lega. Ternyata mbak Marissa yg datang. ” Eeeeh ….. Mbak Esmeralda … bikin kaget aja mbak …”, ujarku lega. ” Kok ada disini dik Ery …si Agus kemana … apa sedang keluar..?”, tanyanya sambil tersenyum manis padaku. Duuh … wajah mbak Marissa ini bener2 cuaaaaantiiiknya selangit …. nggak heran kalo banyak yg naksir … termasuk juga aku … he…hee…. ” Ngghhh … anu ..mbakk ….ada siihh ….sedang …nggggg..”, sahutku bingung harus mengatakan apa kepada mbak Marissa tentang si Agus ….

Masa aku harus bilang dia sedang maen kuda-kudaan dengan Farida…. Hee…he… ” Sedang apa ….?”, tanya mbak Marissa sambil memandang heran melihatku rada gugup. Namun sejenak kemudian kulihat mukanya yg cantik mempesona itu bersemu merah … ” Ooohhhh ….”, ujarnya lirih. ” Kenapa mbak..?”, tanyaku setengah heran melihat perubahan roman mukanya yg tiba-tiba itu. ” Nggak pa-pa …. Saya ngerti kok …!” “Ngerti apa sih mbak..?”, tanyaku masih kurang paham. ” Alaaaa … kamu ini dik Ery … pura-pura lagi … yaah … mbak sudah tahu kok dari dulu …”, sahutnya pelan sambil tersenyum manis kembali. ” Tahu apa sih mbak …?”, tanyaku makin bingung. Aku memang benar-benar nggak ngerti arah pembicaraannya. ” Iiiiih …. hik..hik…. dik Ery ini …. itu yang dik Ery liat tadi di kamar si Agus …”, ujarnya tanpa basa-basi lagi. Deggg … aku kaget juga mendengarnya.

Ternyata mbak Marissa sudah mengetahui perselingkuhan yg terjadi di tempat kostnya ini. ” Mbak … su ..sudah tau …”, tanyaku pelan setengah malu2. ” Sudahlah dik Ery … mereka toh sudah dewasa semua …. biarkan mereka sendiri yg menanggung segala resikonya …. Mbak bisa mengerti …. boleh saja … asal jangan bikin ribut saja … yuk masuk ….dik Ery tunggu dirumah mbak saja … yukkk …”, ujarnya kemudian sambil mengajakku masuk kerumahnya lewat pintu belakang. Bagai kerbau dicocok hidungnya. Aku manut saja ketika jemari tangannya menggamit lenganku. Kami berjalan berdampingan menuju kepintu belakang rumahnya. Ada rasa bangga tersendiri melihat nyonya rumah yang cantik bak bidadari itu menggandengku seperti seorang istri terhadap suaminya. Memang semenjak 2 bulan yg lalu aku sudah sangat akrab sekali dengan mbak Marissa ini, gara2nya aku sering menggodanya dgn sebutan mbak esmeralda … dan iapun kelihatan malah senang sekali dipanggil seperti itu karena selain cantik wajahnya juga mirip sekali dgn esmeralda yg di TV itu.

Gara2 itu jugalah ia sering mengajakku mengobrol berdua apabila kebetulan si Agus sedang keluar. Dari masalah politik sampai ekonomi, dari masalah salon sampai soal keluarganya di Manado pernah kami obrolkan. Ia memang sangat terbuka dalam segala hal, kecuali satu masalah rumah tangganya. Dan khusus kepadaku sajalah mbak Marissa betah lama2 mengobrol. Terkadang ia sering cemberut kalo aku permisi hendak menemui si Agus yg baru datang dari kuliah atau hendak pamit pulang. Kalo sudah begitu ia pasti menanyakan kapan datang lagi. He…he … padahal hampir saban hari aku datang ngendon di kamar Agus, dia sendiri saja yg terlalu sibuk dgn urusan salon kecantikannya. ” Heh ..kok ngelamun … ntar nabrak pintu lho …. hi ..hi …” ” Eeehh … nggak kok mbak sapa bilang ….?”, sahutku gugup. Mbak Marissa menatapku sambil tersenyum semakin manis. ” Ngelamunin apa sih Er … atau kamu kepingin yaa .. !”, bisiknya perlahan.

Aku sedikit kaget juga mendengar ucapannya yg to the point itu. Aku jadi teringat nasehat sinting si Agus, katanya kalo seorang wanita sudah berani ngomong sedikit nyerempet2 soal sex … itu berarti 50 % ia sudah mau untuk ditiduri, 50 % sisanya tinggal mampu nggak kita merangsangnya dengan sejuta rayuan …. kalo berhasil pasti takluk … Edaan … entah kenapa aku begitu ingin membuktikan teori gila si Agus ini ….. ” Kepingin sekali mbak …”, ujarku pura2 bloon.

Sambil bicara begitu aku pura-pura mengalihkan perhatianku ke pintu kamar Agus yg masih tertutup. Aku sedikit khawatir mbak Marissa akan marah dengan ucapan ngawurku …. Namun ternyata tidak ada sahutan sama sekali darinya. Tanpa menatapnya aku terus melangkah ke dalam ruang tengah dimana disana terhampar sebuah karpet tebal dan lebar dengan beberapa buah bantal besar dan kecil untuk tempat istirahat ataupun bersantai sambil menonton TV. Aku langsung duduk selonjor diatas karpet, sementara mbak Marissa minta ijin kebelakang dulu. Di tempat inilah sejak 2 bulan yg lalu saya bersama mbak Marissa biasa mengobrol sampai terkadang lupa waktu. Banyak pegawai salon mbak Marissa yg terkadang juga ikutan nimbrung apabila langganan sedang kosong.

Dari 5 pegawainya yg kesemua cewek ada 2 orang yg usianya hampir sebaya saya yaitu Santi dan Silvy, selebihnya sebaya dengan mbak Marissa (Diana, Erna dan Sherly ). Kesemuanya cantik-cantik sekali dan bahenol. Mbak Marissa memang pandai memilih pegawai2 nya untuk lebih menarik calon pelanggannya, apalagi kalo yg datang itu kaum pria. Sudah bukan rahasia lagi kalo sama-sama cocok salah satu pegawai mbak Marissa ini bisa di booking. Tetapi setahu saya juga tidak semuanya, menurut Agus yg bisa di booking cuman Sherly, Santi dan Erna saja, sedang yg lain tidak. Lucunya meskipun demikian, sekalipun si Agus belum juga berhasil mengajak salah satu dari mereka untuk bermain cinta. Kalo aku tanya apa sebabnya, Agus pasti cuman bisa nyengir kuda … he..he … mungkin gara-gara postur tubuhnya yg udah item gembrot lagi.

Menurut cerita Agus, ia pernah mencoba merayu Santi untuk diajaknya main kuda-kudaan di kamarnya, tetapi ia malah dikasih hadiah tempeleng, dan katanya ia bersedia diajak begituan kalo yg mengajaknya adalah saya … waaah … mendengar itu saya sempat ngaceng juga .. tapi waktu itu terus terang saya takut kehilangan keperjakaan saya apalagi saya juga takut sama cewe yg agresif.
Begitulah semenjak itu Agus rada2 mikir kalo mau ngajak ‘main’ pegawai salon yg lain. Jangankan begitu, masuk ke ruang tengah rumah mbak Marissa seperti yg kulakukan sekarang inipun Agus tidak berani .. he ….he.. Memang semenjak 2 bulan ini aku seolah sudah begitu dipercaya 100 %, mbak Marissa malah menyuruhku untuk jangan sungkan jika berada rumahnya, bahkan tidak jarang pula ia mengajakku makan siang bersamanya kalo kebetulan pas aku berada disana sedang Agus belum juga datang dari kuliahnya. Banyak pegawai salonnya yg ngiri melihatku begitu di servis lebih dibandingkan mereka sendiri yg notabene adalah karyawan disitu sedang aku khan cuman temannya si Agus yg nge-kost disitu. Kalo sudah begitu biasanya selagi mbak Marissa beresin piring ke belakang, maka mbak Sherly, mbak Erna atau Santi pasti serentak menghampiriku sambil mencubit pinggangku gemas … ” Iiiiiihhhhh …. enak yaa kamu Er … kita-kita aja belon makan …kok kamu udah kenyang duluan …. Iihhh… aku cubit nih …iiihhhh …” Diperlakukan begitu aku cuman bisa pasrah saja, tidak jarang Sherly tanpa malu-malu malah sampai meremas pantatku dgn gemas …. He …he .. coba saja berani pegang batang pelirku … dijamin langsung ngaceng … mungkin malah aku mau-mau aja kalo Sherly sampai meng-onaninya sekalian he…he…

Terus terang pula semenjak 2 bulan ini Sherly maupun Erna kerap menelponku kerumah agar aku mau mengantarnya ke diskotik atau sekedar menemaninya nonton ke bioskop, tetapi kebetulan sekali karena kesibukanku menyusun skripsi aku pura-pura tidak bisa memenuhi permintaan mereka, aku curiga pada akhirnya nanti mereka mengajakku untuk nge-sex, padahal aku nggak biasa dgn hal seperti itu. Seandainya kalo Silvy yg menelepon pasti aku langsung oke-oke saja, karena aku tahu Silvy selain paling muda dan paling cantik ia juga lebih pendiam dan sopan. Menurut pengamatan Agus, Silvy menurutnya masih perawan dan belum pernah dijamah laki-laki….
entahlah aku tidak ahli dalam hal ini dan entah kenapa juga aku percaya dengan omongannya soal yg satu ini. ” Heh …. dik Ery ini kok ngelamun lagi … nanti jadi kebiasaan lho …hik…hik …” Ucapan mbak Marissa ini cukup mengagetkan juga dan sekaligus menyadarkanku kembali dari lamunan. Aku tersenyum malu, dan kulihat ia membawa nampan berisi 2 cangkir kopi panas untuk kami berdua. Wajahnya yg cantik seolah semakin cantik saja didalam ruangan ini, entah mungkin karena aku sendiri yg sedang terpesona oleh kerupawanan wajah bidadarinya itu atau mungkin karena gaun yg sedang dikenakannya yg membuatnya jadi semakin mempesona. Saat itu aku baru menyadari kalo ternyata mbak Marissa mengenakan gaun tidur panjang berwarna coklat susu sampai kemata kakinya. Bisa kubilang kain gaunnya itu cukup tipis sekali sehingga tidak heran apabila BH dan celana dalamnya secara samar terlihat cukup jelas.

Namun karena kebetulan BH dan Celana dalamnya juga sewarna dengan gaun tidurnya maka kalo dilihat sepintas seperti menjadi satu dengan gaun tidurnya itu. Sejenak mataku terpaku pada gundukan kembar didadanya yang kelihatan besar membukit. Uuggh … aku jadi teringat peristiwa di kamar Agus tadi, ketika buah dada Farida yg besar montok dengan putingnya yg berwarna coklat kemerahan diremas-remas gemas oleh Agus dari sebelah belakang sementara ia menggoyang pinggul maju mundur mengeluar masukkan batang penisnya yg hitam menggesek lubang vagina Farida yang sempit. Fiiuuh …. Kubayangkan betapa asyik dan nikmatnya seandainya aku dapat melakukannya bersama mbak Marissa ini, aku akan senang melepas keperjakaanku bersamanya. ” Mbak kok repot-repot sih …”, ujarku
pelan, sembari terus memandangi kedua bulatan payudaranya yg besar menantang itu penuh nafsu, ketika ia menaruh nampan berisi 2 cangkir kopi itu didepanku otomatis ia duduk setengah berlutut dan sedikit membungkuk mau tidak mau gaun tidurnya yg sebelah atas agak tersingkap kebawah persis dibagian bawah lehernya. Uupss … aku berujar lirih setengah melongo saat menyaksikan dua gumpalan besar dari balik gaun tidurnya yg tersingkap itu. Walaupun masih tertutup BH namun karena payudaranya yg putih mulus dan montok itu begitu besar, sehingga seolah kubah BH nya jadi tak cukup untuk membungkus payudara raksasa milik mbak Marissa itu. Waahh … pokoknya sampe menuh-menuhin bungkusnya deh … ” Kamu lihat apa Er …?”, kembali tiba-tiba mbak Marissa menyadarkanku kembali dari lamunan dan pikiran ngeresku. ” Eeeh … a…ng ..nggak papa kok mbak….”, sahutku gugup. Aku benar2 tidak mengira ia mengetahui semua perbuatanku.

Malu sekali rasanya saat itu. ” Ehem … ada yg salah dengan pakaianku Er …”, tanyanya lagi kepadaku. Pandangan matanya yg ditujukan kearahku seakan menyelidik meskipun sama sekali tidak kelihatan marah. ” Ngg … nggak kok mbak….?”, sahutku makin gugup. ” Terus tadi mbak perhatikan kamu kelihatan serius ngeliatin mbak …?”, tanyanya terus mengejar. Aku berusaha sedapat mungkin menenangkan perasaanku yg kalang kabut tak karuan. Bagaimanapun aku risi juga bila ia mengetahui ketidak jujuran ucapanku. ” Mmm … nggak ada apa-apa kok mbak … cuman …mm ….mbak Marissa kelihatan sangat cantik sekali malam ini …”, ujarku spontan.

Lebih baik aku memujinya daripada harus berterus terang hal yg bukan-bukan. ” Iiiih … kamu bisa aja Er …. makasih deh ..”, katanya pelan. Eits … untung ternyata ucapanku manjur juga. Pipinya yg putih mulus itu bersemu merah menambah kecantikan wajahnya yang alami. Aku jadi semakin berani. ” Bener kok ….mbak Marissa kelihatan cantiik sekali … andai saja saya punya pacar seperti mbak … “, ujarku kemudian semakin percaya diri. ” Iiiihhh …. hik…hik.. kamu ini … bisa juga yaa ngerayu … memangnya masa kamu belum punya pacar sih ..” ”
Sekarang sih lagi pendekatan mbak ….” ” Oh ..yaaa ….” ” Iyaa .. orangnya cantiik sekali seperti mbak Marissa …..” ” Masaa … mbak boleh dikenalin nanti ….” ” Boleh … namanya Esmeralda …” ” Haahh ..” Semula mbak Marissa kelihatan agak bingung namun sejenak kemudian ia ketawa setengah ngakak. Sambil mengambil duduk persis disebelahku jemari tangannya yg halus lentik mencubit gemas pinggangku. Aku tak sempat menghindar dan cubitannya benar2 sakit sekali. Aku menggeliat dan memekik kesakitan sambil berusaha melepaskan diri dari cubitannya, namun mbak Marissa sama sekali tak mau melepaskannya sembari terus tertawa makin keras.

Baru kali ini aku melihatnya bisa tertawa lepas bahagia seperti itu. ” Auuuwwww …. sakit mbak …”, teriakku keras. ” Hik …hik ….biarin … tau rasa kamu … ngebohongin mbak ..” Sial … cantik sekali mbak Marissa ini. Saat itu begitu dekat sekali mukaku dengan wajah bidadarinya itu, sampai hembusan nafasnya yg harum bahkan bau badannya yg wangi begitu memabokkan perasaanku. Darah perjakaku seakan bergolak, nafsu birahiku spontan naik ‘over voltage’, alat vitalku tanpa dikomando langsung menegang keras …NGACENG !!… , Duh Gusti … apa yg sedang terjadi padaku ini, aku terbuai sudah dengan segala kesempurnaan yang ada pada diri mbak Marissa .. kecantikan wajahnya, keseksian tubuhnya, keharumannya …. seakan lupa diri saat tanpa dapat kucegah lagi kedua tanganku meraih pinggangnya yang seksi itu lebih dekat kearahku. Tak kuhiraukan lagi betapa sakit cubitan jemari tangannya tadi. ” Mbak …kau cantik sekali …”, bisikku tanpa sadar.
Sejenak Marissa sedikit kaget menyadari apa yg sedang kulakukan terhadapnya. ” Eehh .. Ery … ada apa …”, bisiknya pula seakan tak mengerti. Pelukan kedua tanganku ke tubuhnya semakin bertambah erat. Ooouuhh …. Bisa kurasakan betapa halus dan mulusnya kulit tubuhnya dari balik gaun tidur tipis yg tipis. Seakan begitu cepat dan ringan saja ketika kedua tanganku yg kekar telah meraih tubuhnya dan dalam sekejab telah berada diatas pangkuanku. Kedua bulatan pantatnya yang montok seksi itu mendarat persis diantara kedua pahaku. Batang penisku yg ngaceng seakan tergencet nikmat diantara sela-sela belahan pantatnya yang padat dan lunak. Oooouggghh ….nikmatnya …. ” Erryyyy …. ada apa …”, pekiknya kaget melihat dirinya telah berada didalam pelukanku. ” Mbak ….. aku menyukaimu ….a..ku …ingin bercinta denganmu ….”, bisikku tanpa sadar. Seakan nafsu telah menutup semua akal sehatku. ” Iiiiiihhhh …. apaa …. gilaa kamu Er “, …..dan plaaakk … Sebuah tamparan keras tangan kanannya mendarat telak dipipiku. Anehnya aku seolah tak merasakan apa-apa …

aku cuman menoleh sekilas lalu kembali memandang wajah cantiknya yg kini hanya berjarak tak lebih dari 20 centi saja. Pandangan matanya tampak berapi-api … bibirnya tampak bergetar seolah menahan kemarahan … hidungnya mendenguskan nafas yg sedikit memburu …. What the hell …. apa yg terjadi …terjadilah … sudah terlanjur … dan aku tak akan mundur, bahkan pikiran gilaku mengatakan untuk memperkosanya saja jika perlu. ” Aku mencintaimu Marissa …. Sungguh …”, bisikku pelan seakan membela diri. Sedetik … dua detik … sampai mungkin hampir satu menit … kami berdua hanya saling berpandangan satu sama lain. Tidak ada gerakan … tidak ada perlawanan darinya. Tubuhnya masih berada dalam pelukanku. Wajah cantiknya itu terlihat sedikit pucat dan pandangan matanya tak segarang tadi. Bibirnya yg begitu indah merah merona tanpa lipstik kini terkatup rapat. ” Maafkan aku Marissa …. aku sungguh ingin bercinta denganmu …” ” Ka …kamu gila Ery … sadarkah kamu … aku sudah bersuami Er … dan … k ….kau …. ingin bermain cinta …sadarkah kamu Ery …”, bisiknya lemah. Dari sikap dan ucapannya itu seolah aku bisa menduga apapun yg aku lakukan terhadapnya tampaknya ia sudah siap menerima.

Terlihat semenjak pertama kali aku memeluk tubuhnya sampai membawanya kedalam pangkuanku Marissa sama sekali tidak melakukan perlawanan sedikitpun. Itu berarti ia sebenarnya mau saja kusetubuhi. What the hell … ia bersuami atau tidak … ada orang yg tahu atau tidak, yg penting aku akan menggelutinya malam ini sampai puas, aku akan menyenggamainya seperti ketika Agus menyetubuhi Farida, akan kumuntahkan air maniku sepuasnya kedalam tubuh mbak Marissa ini. Malam ini akan kulepas status perjaka ting-ting ku. ” Apapun yg terjadi Marissa … aku mohon lupakanlah suamimu untuk malam ini …. anggaplah aku suamimu malam ini …. jadilah istriku malam ini Marissa … “, bisikku semakin ngelantur terbawa oleh nafsu. ” Ja … jangan Ery ….”, bisiknya semakin lemah. Aku tersenyum penuh kemenangan mendengarnya … I wanna fuck you Marissa … and I wanna fuck you until you pregnant ….. Secepat kilat kudekatkan mukaku ke wajah cantiknya … oh .. Esmeralda-ku … sekali lagi tidak ada perlawanan sedikitpun ketika mulutku menyentuh bibir merahnya yang terasa begitu hangat dan lunak. Mmmm …. Aku mulai mengulumnya sepenuh perasaan .. menikmati kelembutan kedua belah bibirnya yang hangat.

Kedua hidung kami saling bersentuhan mesra. Dengusan nafasnya yang harum sedikit memburu. Sejenak aku terbuai dalam alam kenikmatan yang baru pertama kali ini kurasakan. Kukecup kedua belah bibirnya sebelah atas dan bawah secara bergantian. Terasa ada balasan walaupun sedikit ragu. Aku tahu mbak Marissa mengiginkan belaian dan cumbuan lelaki. Ketika lidahku yang panas kujulurkan masuk kedalam mulutnya yang indah, akhirnya ia pun membalasnya mengulum mesra penuh perasaan dengan kedua belah bibirnya yang hangat lunak. Mmmmm …. terasa nikmat …. aku semakin terbuai ke alam sorga … Sejenak kemudian kulepaskan kecupan dan cumbuan mulutku dari bibir Marissa. Kupandangi wajah cantiknya yg kini kelihatan seolah semakin cantik, tidak ada rona kemarahan di wajahnya, bibirnya yang basah sehabis kukulum tadi kini tersenyum manis sekali …, kedua bola matanya yang indah kini menatapku malu-malu.

Aku tersenyum penuh gairah … ” Jangan menyembunyikan keinginanmu yang terpendam Marissa … aku tahu kau merindukan belaian laki-laki … kau butuh pemuasan sex yg selama ini tidak pernah kau dapatkan … aku akan memuasimu malam ini Marissa …”, ujarku perlahan sok tahu. ” K.. kau sudah gila Er …”, sahutnya sambil tersenyum sedikit ragu. Duh .. cantiknya dia. ” Sudahlah sayang ….. Kita nikmati saja malam yang dingin ini …”, bisikku semakin edan.
Perlahan kurenggangkan pelukanku pada tubuh Marissa lalu kuangkat dan kurebahkan tubuhnya yang montok seksi itu diatas karpet tebal miliknya itu bersandarkan sebuah bantal untuk menyangga kepalanya. Rambutnya yang panjang terurai kukecup mesra dan sekali lagi kukecup kembali bibirnya yang indah menawan, kali ini Marissa membalasnya dengan kecupan yang tak kalah mesra. Akhirnya kami berdua tertawa kecil menikmati suasana indah nan romantis yang tak ternyana ini. Lalu aku berdiri dihadapan tubuh mbak Marissa yang masih tergolek pasrah diatas karpet.

Wajahnya yang rupawan bak bidadari itu tersenyum kecil, kedua matanya menatapku dalam-dalam seakan mengagumi ketampanan wajah dan tubuhku yang atletis. Dengan perlahan tapi pasti jemari tanganku mulai membuka kancing kemejaku satu persatu sampai terbuka lalu dengan cepat kulepas dan kulempar sekenanya kebelakang. Marissa tersenyum geli melihatku. ” Aku tidak menyangka sama sekali Er … kalo malam ini ada laki-laki yang telah begitu beraninya telah menyentuh tubuhku … bahkan malah nekat hendak menyetubuhiku … suamiku sendiri sudah lebih dari 4 tahun ini Er ….tak pernah kuijinkan lagi menyentuh tubuhku …” ” Kenapa Marissa …?”, tanyaku heran, sembari melepas kaos singletku. ” Aku tak mau disetubuhi laki-laki mandul …”, ujarnya terdengar sedikit serius. Gilaaa …pikirku. Mungkin mbak Marissa ini sudah kebelet ingin punya anak. Aku tersenyum. ” Saya bisa membuatmu hamil Marissa … saya bisa memberimu keturunan …”, sahutku gemas.

Marissa tersenyum makin manis. Edaan … perasaanku wajahnya kelihatan makin cantik saja. ” Baiklah … lakukanlah Ery … hamili aku …”, bisiknya penuh gairah. ” Siapa yg akan bertanggung jawab Marissa …”, tanyaku sedikit khawatir juga kalo sampai membuatnya hamil dan ia akan menuntutku. ” Hamili saja aku Ery … itu anakku dan suamiku … sejujurnya ia sendiri yg mengusulkan ide gila ini setahun yg lalu … agar aku tidur dengan laki-laki yang kusukai …. hehhh … sejak semula kurasa memang laki-laki itu kamu Ery …”, ujarnya semakin bergairah. Waaah …. edan juga suaminya ini, bisa-bisanya dia menyuruh isterinya tidur dengan pria lain hanya demi untuk sekedar mendapatkan anak… gilaaa … Aaaah … sekali lagi what the hell …. Kini aku telah bertelanjang dada dan kulihat mbak Marissa menatap kagum bentuk tubuhku yg atletis bahkan lenganku yang besar kelihatan berurat karena terlalu banyak latihan beban yang berlebihan.

Dengan tak sabar segera kubuka sabuk celana dan ritsleting celana katun coklatku. Lalu dengan cepat kuplorotkan kebawah sampai lepas dan kulempar sekenanya kebelakang. Marissa tersenyum makin geli melihat tingkahku. ” Iiiihh … kamu nafsu sekali Ery … hik…hik…”, katanya setengah tertawa kecil. Namun sejenak kemudian wajahnya langsung memerah ketika celana dalamku mulai kuplorotkan ke bawah sehingga batang penisku yang sudah sangat ngaceng sepanjang 16,5 centi itu langsung mengacung keluar dengan gagahnya. Wuuushhhhh …… toooiiing …..lalu manggut-manggut naik turun. ” Woowww … hik ..hik .. “, Marissa memekik kecil melihat adik kandungku yang sangat perkasa ini. Rruaar biaasaa …. ,kebetulan sudah sebulan ini aku tidak melakukan onani … dan aku tidak bisa membayangkan sudah berapa banyak air maniku yang tersimpan dalam kantung zakarku.

Tetapi yang jelas dari kebiasaan onaniku yang paling tidak seminggu sekali bisa menyemburkan sampai 12 kali muncratan air mani atau mungkin sekitar 1 lepek kecil. Jadi kalo sebulan yaa…. bayangin sendiri saja … Setengah malu-malu Marissa menatap alat kejantananku yang sudah siap untuk mengoyak-oyak liang kemaluannya. Aku jadi makin tambah ngaceng saja membayangkan enaknya dijepit liang vagina mbak Marissa ini. ” Saya masih perjaka mbak ….”, bisikku terus terang kepadanya. Mbak Marissa tersenyum setengah malu-malu. Kedua pipinya masih bersemu merah. ” Mmm … aku tau Ery … aku percaya kamu masih perjaka …”, sahut Marissa setengah serak. ” Mbak tau ….bagaimana?.. “, tanyaku heran juga. Marissa hanya tersenyum kecil. ” Itu salah satu rahasia wanita …dan tidak semua orang tahu Ery ..”, katanya lagi setengah menggoda. ” Ajari saya bermain cinta mbak ….”, pintaku makin bernafsu.

Marissa tersenyum lebar lalu ia bangkit dari tidurnya dan berdiri sekitar 2 meter dari hadapanku. ” Oke … aku akan membuatmu menyesal tidak melakukan hal ini sejak dulu Ery … aku akan memberimu kenikmatan sorga dunia yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya ….mmmm …. Sekarang berbaringlah di karpet Er … aku akan mengajarimu bermain cinta …mmm …”, sahutnya pelan setengah berbisik, wajahnya yang cantik itu kini sekarang seolah ingin menelanku. Wuuuiiiikkk … mendengar ucapannya yang tak kunyana dan sangat merangsang itu batang penisku yang sudah ngaceng jadi semakin gerah tak karuan … montang-manting tak bisa diam … urat-urat disekujur batang kontolku itu sampai menyembul keluar semua, bahkan kepalanya yang sebesar sawo manis itu sampai merah kepingin segera masuk ke sarang perawan eh … Melihatku masih belum juga rebah, mbak Marissa jadi gemas ia maju selangkah lalu dengan cepat ditamparnya alat vitalku yang sedang ngaceng cukup keras …. Plokk … sebelum akhirnya ia mendorong tubuhku sampai rebah terlentang diatas karpet. Pasrah … dan ngaceng …!!! ” Aawww … mbak … sakiit dong …”, bisikku lemah seolah tak bertenaga melihat batang penisku yg baru ditamparnya itu sampe merah dan montang-manting tak karuan.

Selanjutnya aku hanya bisa mendelik makin ngaceng melihat mbak Marissa secara perlahan-lahan mulai membuka kancing gaun tidurnya sebelah atas. Hanya 3 buah kancing ketika dengan gayanya yang menggairahkan ia mulai melepas pelan-pelan dan begitu gaun itu terlepas dari pundaknya yang putih mulus secepat itu pula gaunnya runtuh ke bawah …sruuttt …. ” Woooowwww…..”, aku mendesah kaget lalu melongo terkagum-kagum menyaksikan keindahan tubuhnya yang begitu putih bersih, mulus dan seksinya luar biasa. Buah dadanya yang juga putih montok terlihat begitu sangat besar tersembunyi dibalik BH mungilnya yg berwarna coklat susu. Seperti mau meledak saja payudara mbak Marissa ini saking besarnya. Begitu montok dan sama sekali tak terlihat kendor.

Aku tak sanggup membayangkan nikmatnya seandainya batang penisku kujepitkan diantara kedua buah payudara raksasanya itu lalu kugesekkan sampai air maniku keluar. Waaah … aku harus melakukannya nanti. 3 detik kemudian dengan perlahan mbak Marissa mulai membuka tali pengait BH nya diantara kedua kubah penutup gunung kembarnya itu dan sst … Mataku melotot serasa hendak loncat keluar ketika secara nyata telah terpampang sudah dua bulatan besar payudaranya setelah Bh nya dilepas. Ooooouuhh ….begitu besar, begitu putih mulus, montok, kelihatan padat dengan kedua puting-puting susunya yang berwarna coklat muda kemerahan. Indahnya …eemaaaakkk ….

Aku tak tahan dan sontak berdiri menghampiri tubuh mbak Marissa yang sudah hampir telanjang bulat. Dengan cepat jemari kedua tanganku telah meraih dua bulatan payudara montoknya kedalam genggamanku. Seakan kesetrum dan seolah terasa begitu kecil jemari tanganku membelai dan mulai meremas kedua buah dada mbak Marissa yang begitu padat dan kenyal itu. Sumpah … baru kali ini aku memegang dan meremas buah dada seorang wanita Oohh. ….enaknya …. ambooiiiii ….. Mbak Marissa yang tak menyangka aku akan berbuat begitu, namun akhirnya ia hanya pasrah dan membiarkan kedua jemari tanganku bermain-main, memegang dan meremas-remas dua gumpalan besar payudaranya sepuasnya. ” Besar sekali mbak …”, bisikku seakan tak percaya dengan penglihatanku saat ini. ” Hik…hik… kamu nakal sekali Ery … aawww … pelan-pelan sayang ….mmmm …aawww …iiihhh … nafsu sekali kamu Er…. Aaawww ….hik..hik… mmm”, pekik mbak Marissa keenakan setiap jemari tanganku dengan gemas memuntir dan meremas-remas kedua buah payudaranya yang kiri dan kanan berulang kali. Tak puas sampai disitu kudekatkan muka dan mulutku ke buah dadanya sebelah kanan lalu dengan rakus mulutku mulai menghisap dan mengulum puting susunya dengan sepenuh perasaan. Kupejamkan kedua mataku menikmati pengalaman pertama dalam hidupku ini. Aku menyesal tidak melakukan hal seperti ini dari dulu-dulu. ” Oooowww … Eryy … geli ahh …mmmm … aduuuhh … putingku jangan digigit dong … awww ….iiihhhh …. nakal …mmmm …uuhhhh ….ih..geliii …”, pekik Marissa kegelian. Jemari kedua tangannya kini mengerumasi rambut kepalaku sampai awut-awutan, terkadang malah ditekannya kepalaku kedepan sampai muka dan mulutku yang sedang menyusu sampai ikut tertekan menikmati kelembutan dan kelunakan buah dadanya yang besar. Aku semakin bernafsu … cepok …cepok ketika akhirnya secara bergantian mulutku mulai menghisap puting payudaranya sebelah kiri dan dengan dibantu lidahku bibirku mulai mengenyot dan menyusu buah dadanya itu dengan harapan air susunya keluar. ” Oowwww …. aduuuh ….Erryyy ….geliiii ..mmmmm ….aaahhhh …..iihhhhh ….mmmm ….aduuuuhh ..putingku sakit Eryyy …”, pekik mbak Marissa semakin keras. Sementara aku sem

Makin asyik mengenyot dan menghisap puting-puting buah dada montoknya secara bergantian dan sementara mbak Marissa semakin asyik merintih keenakan ….. jemari kedua tanganku mulai bergerak menyusuri sekujur tubuh mulusnya yang seksi, mulai dari punggungnya yang halus mulus terus bergerak kebawah ke pinggulnya yang bulat aduhai begitu menggemaskan. Aku meremas pelan … dan semakin lama semakin kuat saking gemasnya. Begitu kenyal dan padat. Mulus lagi. Batang penisku yang ngaceng semakin menggila bergerak naik turun makin cepat seperti piston, kurasakan sudah berkali-kali cairan madziku menetes keluar menandakan sudah saatnya untuk melakukan senggama. Namun jemari tanganku masih belum berhenti menjamah tubuh mbak Marissa yang merangsang ini, dengan cepat jemari tangan kiriku merambah kesela-sela pahanya yang terasa hangat dan lunak, kurasakan sebuah lekukan kecil lubang duburnya yang sempit sekali, dengan gemas jari telunjukku langsung kutusukkan memasuki lubang duburnya itu. Sekali tusuk langsung ma

suk setengahnya …. Woww … begitu sempitnya dan rasanya panas sekali telunjukku didalam situ. ” Aaawwww ……aduuuhhh … duburku sakiiit …Eryy …aawww …”, pekik mbak Marissa kesakitan. Aku tak peduli, kini giliran jemari tangan kananku yang merambah selangkangannya dari arah depan. Ooohhhhh … sambil terus kukenyot dan kuhisap puting susunya sebelah kiri, kini kurasakan jemari tanganku telah mengelus-elus bukit kemaluannya yang ternyata tidak memiliki sehelai rambutpun. Aku agak heran juga sejak kapan mbak Marissa melepas celana dalamnya but peduli setan. Bukit kemaluannya itu ternyata juga cukup besar karena aku dapat menggenggamnya dengan seluruh telapak tangan kananku. Terasa begitu lunak dan hangat dan saat jari tengahku kuselipkan diantara labia mayoranya yang besar langsung kutusukkan pula menembus liang vaginanya yang ternyata juga sangat sempit sekali. meskipun aku sudah berusaha menekan namun kurasa yang masuk paling cuman 1,5 centi saja. Astaga …. Sempit sekali ….. gimana penisku yang besar dan panjangnya 16,5 centi bisa masuk kalo sempit begini. ” Aaaawwwww …… aduuuuuhhh …. sakiiiit Eryyy …..”, pekik mbak Marissa kesakitan.

Kucabut jariku dari liang vaginanya, akhirnya bukit kemaluannya hanya kuremas-remas saja dengan perasaan gemas. Aku memang tidak ada pengalaman secuilpun tentang senggama karena aku memang belum pernah melakukannya, tetapi yg jelas aku harus bisa memasukkan batang penisku sepanjang 16,5 centi ini sampai kandas kedalam liang vagina mbak Marissa. Sampai disitu aku tak mampu menahan diri lagi, nafsu sex-ku sudah diubun-ubun dan aku ingin segera menyetubuhi mbak Marissa. Cepookk ….. Kulepaskan mulutku dari puting-puting buah dadanya lalu dengan tak sabar segera kupegang batang penisku yang sudah ngaceng nggak karuan lagi itu untuk segera kumasukkan ke dalam liang vagina mbak Marissa. ” Aaah …. mbak …ngghh …sudah nggak tahan nih …gimana caranya nih …”, pintaku bernafsu setengah rada bloon juga. ” Iiiiih … kamu ini Er … jangan terlalu bernafsu begitu sayang … nanti air manimu terlalu cepat keluar sayang … kamu bisa enjakulasi dini …iiihh …hik..hik… penis sebesar itu lagian mana cukup masuk ke lubang kemaluanku Er … hik …hik…”, bisik mbak Marissa sembari mengerling setengah genit menggodaku. ” Aduuh …. mbak …udah nggak tahan nih …..”, pintaku lagi setengah memohon. ” Iiiih …udah ah ….. penismu jangan dipegang-pegang gitu … nanti isinya keluar lho ….hik..hik..” ” Ya …ampuun … mbak Marissa genit aah ….”, sahutku sembari menahan nafsu. ” Semua laki-laki itu memang sama … kalo udah maunya … dasar laki-laki … sudah rebah sana …”, katanya sambil mendorong tubuhku kembali rebah terlentang diatas karpet.

Begitu aku rebah tidur, mbak Marissa pun lalu mengikutiku dan lansung mengangkangi tubuhku. Aku kembali terkagum-kagum menyaksikan keindahan tubuh mulusnya yang sangat sempurna ini. Ooohhh … baru kulihat sekarang bukit kemaluannya yang agak berwarna kecoklatan dibanding bagian tubuhnya yang lain itu tampak besar membentuk sebuah bukit kecil indah dan merangsang. Sebuah belahan memanjang vertikal yang membelah labia mayoranya itu terlihat tebal dan tertutup rapat seolah menyembunyikan lubang vaginanya yang sangat terlarang. Duh … merangsangnya bukit kemaluan milik mbak Marissa ini. Tak tahan menyaksikan pemandangan indah itu jemari tangan kananku mulai meremas batang penisku yang ngaceng lalu kuusap-usap pelan dengan rasa nikmat sembari memandangi keindahan tubuhnya. Mbak Marissa tersenyum kecil melihat ulahku, dengan gayanya yang aduhai, pantatnya yang seksi dan bahenol itu langsung menduduki kedua belah pahaku. Aahhh …lututku sampe gemetaran saking gugupnya merasakan kehalusan dan kemulusan kedua bulatan pantatnya yang sangat merangsang birahi itu. ” Mbak … aahhh …”, bibirku seolah ikut tergetar menyaksikan kesemua itu.

Seakan mimpi rasanya melihat seorang bidadari cantik bertelanjang bulat dengan segala keindahan tubuhnya yang begitu sempurna kini malah menduduki tubuhku. Marissa makin tersenyum manis melihatku bertambah gugup. Dipegangnya tanganku yg masih menggenggam batang penisku yang ngaceng lalu dengan mesra dibawanya kedadanya membelai kemontokan buah dadanya yang besar menantang.

Tanpa dikomando kedua jemari tanganku langsung kembali bergerilya membelai dan meremasi kedua buah payudara montoknya dengan gemas. Begitu kenyal dan padat. ” Er …. sebelum kita bersetubuh ada syarat yg harus kamu penuhi dulu …”, bisiknya mesra padaku. ” Apapun itu mbak … akan saya kerjakan ….”, sahutku pasrah. ” Mmm …. kau harus memuasiku lebih dulu Er … maksudku aku ingin kamu mencumbu …. mmm … kemaluanku dulu … aahhh …”, bisiknya malu dan setengah ragu. ” Katakanlah mbak … pasti akan saya lakukan …”, ujarku semakin bernafsu, agak heran juga hatiku mendengar permintaannya yg menantang itu. ” Ngghh … dulu mbak selalu melakukannya bersama suami …nggh..”, katanya lagi setengah ragu. ” Katakanlah mbak … jangan kuatir … pasti Ery lakukan …apa itu mbak ….?” ” Mmmm … Ery kamu mau khan meminum cairan kemaluanku …”, katanya lalu menunduk malu.

Aku tersenyum menahan geli mendengar pengakuan polosnya itu, aku pikir mbak Marissa ini ada sedikit kelainan sex juga. Ada-ada saja. Masa aku disuruh minum cairan lendir orgasmenya … jangankan setetes dua tetes … satu gelaspun akan kuminum dengan senang hati seandainya mbak Marissa bisa mengeluarkan sebanyak itu. ” Saya mau sekali mbak …..”, kataku penuh gairah. Marissa tersenyum manis walaupun kutahu ia sedikit malu juga harus berterus terang seperti itu. ” Makasih Ery ….”, katanya pelan setengah berbisik. Sejenak lalu diangkatnya tubuhnya kembali, pinggul dan kedua paha mulusnya yang sejak tadi duduk mengangkangiku kini dengan cepat bergerak menuju ke arahku. Aku begitu takjub dan kagum menyaksikan keindahan bukit kemaluan miliknya yang besar dengan lekukan labia mayoranya yang merangsang. Tidak ada sama sekali gelambir kecil yg biasa sering kulihat pada film2 porno menandakan mbak Marissa ini jarang sekali bersenggama.

Bahkan labia mayoranya yang besar dan tebal itu selain mulus karena bulu kemaluannya telah dicukur habis, ternyata masih menutup rapat satu sama lain menyembunyikan clitoris dan lubang vaginanya. Bau alat kemaluan milik mbak Marissa terasa mulai menusuk hidungku begitu kedua paha mulusnya dengan cepat telah berada diatas mukaku dan mengangkangiku. Alamak …..alat vitalku semakin ngaceng saja melihatnya. ” Mmmmm …. bau kemaluanmu enak sekali Marissa …”, bisikku setengah serak. Aku tak bisa melihat wajahnya karena mukaku sudah hampir tertutup dengan bukit kemaluannya yg besar. Hanya kurang dari 10 centi jaraknya dari mukaku ketika akhirnya kudengar ia berkata. ” Ery …. cumbui clitorisnya sampai cairanku keluar sayang …”, bisiknya pelan terdengar bernafsu. Habis berkata begitu tiba-tiba saja pandanganku menjadi gelap, mukaku seakan tertimpa sebuah daging hangat dan lunak. Mmmbbfff … mbak Marissa telah menekankan seluruh bukit kemaluannya yang montok itu ke mukaku. Semula digesek-gesekkannya seluruh bukit kemaluannya yang empuk itu ke mukaku. Bau alat kemaluannya itu terasa menyengat namun entah mengapa aku begitu menyukai bau khasnya itu.
Hidungku yang terselip diantara belahan labia mayoranya menggesek clitoris dan celah vaginanya yang mulai sedikit basah. Mulut dan lidahku tak mau kalah mulai ikut mengecup, mencumbu dan menghisap nikmat bibir-bibir kemaluannya yg tebal. Begitu empuk dan lunak. Gemas rasanya lidah dan mulutku menjilat dan menghisap daging terlarangnya itu. Kupejamkan kedua mataku menikmati pengalaman indah pertamaku ini, mencumbu bagian terlarang bidadari cantikku ini. Kuremas lembut kedua belahan pantat mbak Marissa yg menduduki pundakku. Aku kira mbak Marissa begitu sangat menikmatinya. Berulang kali mulutnya memekik kecil lalu mengerang panjang keenakan sambil menggeliatkan pinggulnya memutar menikmati jilatan dan sedotan mulutku pada bibir-bibir kemaluan dan clitorisnya. ” Oouuh yaahh …Ery …. ooouuhh …yaahhh … terus sayang …. ouuuuhh yaaaahhh …mmmm ….Eryyyy …. uuhhhhhh …nikmatnya ….nngggghhhh …” Cukup lama sekali kukira aku mencumbu alat kelaminnya itu, mungkin sekitar 10-15 menitan, sampai akhirnya saat kuhisap dan kugigit gemas daging clitorisnya yang sebesar kacang tanah itu tiba-tiba mbak Marissa mengangkat pinggulnya keatas. ” Eryyyyy …. buka mulutmu sayang …aduuuuhhhh … aku mau keluar sayang ….. uuuuuhhhh …… oouuuuuugghhhh …..”, pekiknya keras.

Rupanya mbak Marissa sudah hampir sampe ke puncak orgasmenya. Sambil pinggulnya diangkat, jemari tangan kirinya menyibakkan bibir labia mayoranya yg sudah basah habis kujilati sedang jari telunjuk kanannya menggosok-gosok daging clitorisnya dengan cepat. Dapat kulihat jelas dari jarak sekitar 10 centi liang vaginanya yg mungil dan sudah basah itu sedikit membuka. Melihat pemandangan merangsang itu segera kubuka mulutku lebar-lebar menunggu cairan orgasme tumpah keluar.

Dan 5 detik kemudian ….. Pruutt …… cpruuutttt …….. Wow …. Tiba-tiba saja beberapa semprotan bening dari liang kemaluan mbak Marissa tumpah keluar langsung nyelonong masuk ke dalam mulutku … mmmm ada rasa asin, amis dan gurih bercampur jadi satu … langsung kutelan nikmat semuanya. Baru sekali ini aku melihat seorang wanita juga mampu menyemburkan cairan orgasme. Mbak Marissa mengerang dan merintih panjang menikmati puncak orgasmenya. Pinggulnya yang seksi aduhai sampai menggeliat-geliat hebat saking enaknya. Wuuffff ….. indah sekali. ” Nnnggggggggggggghhhh …….uuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhh”
Kudekatkan mulutku ke lubang kemaluannya yg masih meneteskan cairan kenikmatannya itu …. Kuhisap dan kusedot sekuatnya sampai kurasakan tidak ada sisa lagi cairan yg keluar. Lidahku mengecap sedap menikmati lendir orgasme mbak Marissa sebelum akhirnya kutelan habis. ” Uuuuuuhhhh … Eryyyy …. oouhhh …. makasih sayang ….uuuhhh ..nikmatnya tadi sayang …”, bisik mbak Marissa letih setelah orgasmenya berakhir. Kedua belah pantatnya dihempaskan ke dadaku yang bidang. Lemas.

Kini dapat kulihat kembali wajah cantiknya yang tampak berkeringat basah. Namun rona-rona kepuasan dan kebahagian terpancar diwajahnya. Sejenak kubiarkan ia mengatur nafasnya yang sedikit memburu. Kubelai-belai mesra kedua pahanya yang putih mulus sembari kupandangi alat kemaluannya yg kini tampak semakin merangsang sehabis orgasme. Uh … aku sudah tak sabar ingin segera merasakan jepitan liang vaginanya. Seakan mengerti mbak Marissa lalu menggeser tubuhnya kebawah tubuhku kembali. Wuuiiih … enak rasanya saat kulit dada dan perutku bergesekan dengan kedua paha mulusnya itu. ” Mmmm … Er kamu siap kehilangan keperjakaanmu sayang …”, bisik mbak Marissa lembut. Wajahnya yang cantik itu nampak sedikit berkeringat. Dan ouuuuhh … aku merintih nikmat dan seakan tak percaya ketika dengan penuh kelembutan jemari lentik mbak Marissa yang halus itu lalu memegang sembari memberi sedikit remasan gemas pada batang penisku yang sudah ‘over ngaceng’ dan membawanya ke celah bukit kemaluannya yang sangat merangsang birahi kelelakianku. Ooouhhh … aku kembali meremas-remas dan memuntir gemas kedua buah dadanya yang montok dan kenyal itu sambil berbisik dalam hati. ” Selamat tinggal perjaka …….”. Ooouuhhh… remasan jemari tangannya membuat air madziku langsung mengalir deras keluar membasahi kepala penisku namun tiba-tiba dengan cepat, jari telunjuk tangan kirinya seolah membendung aliran air madziku yg kental itu sampai menempel di jari telunjuknya. Aku merintih nikmat.

Mbak Marissa tersenyum manis lalu membawa jari telunjuk kirinya yang sudah basah oleh cairan madziku yg kental itu ke mulutnya dan sambil memejamkan mata seolah begitu menikmati, mulut dan bibirnya mulai menghisap nikmat cairan kentalku yang menempel di jari telunjuknya. Astagaaa …. Aku terperangah melihat tingkahnya yg menggemaskan itu …… ” Oouuhh … Marissaa … perjakai aku sekarang ….. oouhh …”, bisikku gemetar tak kuat menahan nafsu. Mbak Marissa membuka kedua belah matanya kembali sambil tersenyum manis memamerkan deretan gigi putihnya. Duh … begitu indah bibir merahnya yg menggemaskan itu. ” Aahhh …”, aku kembali merintih nikmat ketika Marissa kembali meremas batang penisku. ” Alat vitalmu besar sekali Er ….”, bisiknya lembut, lalu kemudian mbak Marissa mengangkat pinggulnya keatas dan sedikit digeser keatas pinggangku sehingga bukit kemaluannya yang besar merangsang itu tepat berada diatas batang penisku yang ngaceng. Perlahan lalu ditempelkannya kepala penisku ke belahan bukit kemaluannya dan diselipkan disitu. Uuuhhhh … begitu lunak dan hangat, jemari kedua kakiku seakan gemetaran menyaksikan pemandangan indah ini, sembari terus diremas-remas dan dikocok perlahan batang penisku yang ngaceng mbak Marissa mulai menurunkan pinggulnya kebawah dan sleppss … kurasakan ujung kepala penisku mulai memasuki sebuah lubang sempit diantara dua bibir labia mayoranya …. ” Uuuugghh …”, bibirku tanpa terasa bergetar menahan sejuta rasa. ” Mmmmm ….uuhhh … iihh ….besar sekali penismu Er …aww ..”, rintih mbak Marissa sedikit kesakitan ketika secara perlahan-lahan kulihat kepala penisku yang sebesar sawo manis itu mulai tenggelam menembus ke dalam liang vaginanya.

” Aaahhhh ….Marissa ….ooouuhhhh”. Aku mengerang merasakan kenikmatan saat liang vaginanya menjepit begitu ketat kepala penisku yg besar. Seakan diremas dan diurut oleh daging hangatnya yang lunak itu. ” Aaahhhh terus mbak … perjakai aku ….ouuuhh …teruss ..yaaahhh …eenaaknya Marissa …oouuhh ….”. Aku menggeliat keenakan. Kupejamkan kedua mataku menikmati sensasi sex yang baru pertama kali kurasakan ini. ” Oowww … Ery …..oouuhh …besar sekali sayang …mmmmhhff ….woowwww …..”, rintih mbak Marissa sembari kurasakan ia terus menekan pinggulnya kebawah. Seakan tiada hambatan dan begitu lancar selain rasa ketat dan hangat yang kurasakan pada separuh batang penisku yang telah berhasil memasuki lubang vaginanya.

” Aaaahhhh …. terus Marissa ….. aaaaahhhh …”, pekikku semakin keenakan. Mili demi mili kurasakan lubang ketat vaginanya semakin dalam menjepit batang penisku. Seakan mencengkeram hebat saking sempitnya. Sekujur tubuhku seolah gemetaran menikmati sensasi sex ini. Kukonsentrasikan seluruh perasaan nikmatku pada jepitan hangat lubang kemaluan mbak Marissa yang secara terus menerus mili demi mili menenggelamkan seluruh alat vitalku. ” Uuuuuuh ….. mmmm … alat vitalmu keras sekali Er …. uuuuh…….” Akhirnya dengan satu hentakan kuat ….amblas sudah seluruh batang alat vitalku tenggelam kedalam liang vaginanya yang sangat ketat dan hangat. Selesai sudah penetrasi pertamaku ini … dan hilang sudah keperjakaanku …mbak Marissa telah merenggutnya dariku …. Aku merintih nikmat merasakan batang penisku sepanjang 16,5 centi itu terjepit begitu hebat …. Seakan diremas, diurut dan dikenyot oleh daging lubang vaginanya yang hangat. ” Woooowww …. Luar biasa sekali Er … penismu benar-benar besar dan panjang sekali sayang …. Uuuuh … ” ” Ooouuhhh …. Marissa ….nikmaat sekali ….. aaaahhhhh …….”, erangku keenakan. Lutut dan sekujur kakiku sampai gemetaran menahan rasa nikmat yg baru pertama kali ini kurasakan. Aku benar-benar tidak menyangka jepitan hangat liang vagina milik mbak Marissa ini sampai membuat jiwaku seakan melayang-layang ke awang-awang. ” Mmmmm … kamu sudah bukan perjaka lagi Ery … “,bisiknya lembut sambil dielusnya pipiku mesra. ” M…mbak …..”, bisikku gemetar keenakan.
” Nggak pa-pa Ery …. wajar untuk pertama kali … mungkin air manimu akan cepat keluar … mmm …kenapa sayang … sempit yaaa …lubang vagina mbak …hik..hik …”, bisiknya mesra setengah menggoda. Aku tak sanggup menjawab lagi selain hanya meram melek keenakan. Sambil setengah tertawa kecil direbahkannya tubuh bugilnya ke badanku sehingga kedua buah dadanya yang sebesar melon itu menekan dan menempel ketat di dadaku yang bidang. Uugghhh …. Nikmat sekali rasanya. Kupeluk gemas tubuhnya yang mulus dan montok itu. Wajahnya yang cantik menunduk ke arahku dan sejenak kemudian kami berdua kembali asyik saling bercumbu bibir. Sementara itu kurasakan kedua paha mulusnya yang mengangkangiku kini menjepit pinggangku dengan ketat.

Aku menggelinjang keenakan merasakan otot-otot daging vaginanya yang menjepit batang penisku seakan memlintir dan meremas begitu ketat. Kupejamkan kedua mataku dan sejenak kemudian kurasakan pinggulnya mulai bergerak turun naik menyetubuhiku. ” Aaahhhh …. ” Aku mengerang-erang keenakan diantara cumbuan bibir mbak Marissa saat liang vaginanya yang sempit dan hangat itu mulai menggesek batang penisku keluar masuk. Woooowwwww ….. rasanya membuat badanku adem panas saking ueeeenaknya. ” Ooouuuhh …. Marissa …….ooouuuuuhhhh …..yaaaaahhh ……ooouuuuhh..”, erangku nikmat. Begitu hebatnya mbak Marissa menggoyang pinggul turun naik tanpa mengenal lelah sedikitpun … Menit demi menit berlalu … waktu serasa begitu panjang dan lama sekali. Kami berdua bercumbu mesra sembari saling mendesah keenakan menikmati pergesekan luarbiasa pada alat kelamin kami yang telah menyatu.

Entah sudah tak terhitung berapa puluh kali liang vagina mbak Marissa menggesek keluar masuk batang penisku yang seolah telah luluh lantak … dijepit, diremas, dipilin-pilin dan dikenyot seperti permen. Begitu hebatnya pinggul mbak Marissa bergerak naik turun menghunjam-hunjamkan seluruh alat vitalku sepanjang 16,5 centi itu ke dalam lubang kemaluannya. Terkadang cepat … terkadang begitu lambat …. bahkan terkadang digerakkan memutar dari kiri ke kanan dan sebaliknya membuat batang penisku seolah diplintir-plintir tak karuan. ” Nnnggghhhh. ….Marissa…..ooouuuuuhhhh ……nikmaat sekali ……aahhh…” ” Uuuhhh …. Eryy …nnnnggghhhh … ” Semakin lama mbak Marissa bergerak semakin cepat menaik turunkan pinggulnya membuat alat vitalku semakin hebat menggesek keluar masuk ke dalam lubang kemaluannya. Buah zakarku sampai terguncang-guncang saking kuatnya mbak Merisa menghentak kebawah. Aku merasa tak ada lagi batang penisku yang tersisa diluar karena begitu mbak Marissa menghentakkan pinggulnya kebawah seluruh batang penisku serasa dicengkeram hebat oleh daging hangatnya sampai kandas.

Jiwaku seakan berkelojotan merasakan nikmatnya senggama yg sangat luar biasa ini. Sambil saling berpelukan erat kurasakan mbak Marissa merintih dan mengerang semakin keras. ” Oooooouuuuuuhhhh ….Eryyyy ….. oooouuuuuuuhhhhh …… oouuuuuuhhhhhh….” Aku menduga mbak Marissa sebentar lagi akan orgasme ….. wooooowwwww ……. Benar saja…. Semenit kemudian kurasakan otot-otot daging vaginanya tiba-tiba menjepit alat vitalku dua kali lebih hebat membuatku sampe merem melek keenakan. Sekujur tubuhku sampe gemetaran menahan rasa nikmat yang tak terkira. Setengah menit kemudian tiba-tiba tubuh mbak Marissa terasa kaku dan kedua pahanya yang mulus itu diluruskan kesamping kiri dan kanan sambil mengejan kuat berulang kali. Aku sendiri ikut-ikutan kelojotan seperti cacing kepanasan merasakan liang vaginanya bagaikan mesin penjepit yg luar biasa kuatnya … seakan diremas-remas dan dikenyot habis-habisan alat vitalku yang sudah ‘over heat’ itu. Mbak Marissa mengerang panjang sambil mengejan-ngejan nikmat berulang-ulang … sejenak kemudian kurasakan seluruh batang penisku seperti disiram cairan hangat banyak sekali. Wooowwww … ambooi rasanya. ” Ooouuhhhh Eryyyyy ….. oooouuuuuhhhhhh ……….”, pekiknya nikmat di puncak orgasme keduanya.

Beberapa detik kemudian mbak Marissa akhirnya terdiam kelelahan. Lubang kemaluannya masih menjepit batang penisku sampai kandas. Panas rasanya alat vitalku dijepit dan digesek seperti tadi. Kupeluk dan kubelai mesra pinggang dan punggungnya yang putih mulus menetramkan perasaannya yg baru terpuaskan. ” Kau puas Marissaku …..”, bisikku penuh kasih sayang. Ia mengangkat wajahnya yang tampak basah berkeringat dan letih. Bibirnya yang merah tersenyum manis penuh kepuasan yg tak terkira. ” Ery …. oohh ….. kau kuat sekali Ery …. kamu sendiri belum juga keluar sayang …ohhh ….kau hebat Ery … mmm .. cupp …cuppp ..”, katanya pelan sambil mengecup bibirku penuh kemesraan. Aku tersenyum bangga, aku sendiri juga tak mengira dapat mengimbangi bahkan lebih tahan lama saat bersenggama dengannya tadi. Padahal jepitan dan gesekan liang vaginanya luar biasa ketat dan nikmatnya. ” Fiiiuuhhh .. Marissa …. ulangi seperti tadi lagi … biar kusemprotkan air maniku ke lubang kemaluan … mmbbfff..”. Mbak Marissa membungkam mulutku yg ngeres itu dengan jemarinya yang lentik. ” Iiiiihh …. Kamu Ery …..ngomongnya kok kotor begitu …?”, katanya protes. ” Eee … tadi mbak Marissa khan juga ngomong jorok …”, sahutku juga protes. ” Masa iya …sayang …”, bisiknya tak percaya.

Kami berdua ketawa cekikikan sampe akhirnya mbak Marissa kembali menggoyang pinggulnya turun naik menyetubuhiku. Menghunjam-hunjamkan kembali seluruh batang alat vitalku ke dalam liang vaginanya yang hangat dan sempit. Aku kembali merem melek dan mengerang-erang keenakan. Sebaliknya mbak Marissa yg sudah terpuaskan kini hanya tersenyum sambil memandangiku yg sedang mendesah nikmat. ” Uuuuhh .. Ery … keras dan panjang sekali penismu sayang ….uuuuhhhh …. ayo sayang … keluarkan air manimu ….uuuuhh …..”, bisiknya penuh gairah nafsu. Aku masih sempat tersenyum geli diantara desah kenikmatanku mendengar ucapannya. ” Aaaahh … Marissa-ku ……teruss …sayang ….ooohhhgg ….aaaahhh …..yaaaahhh ….. terus … Marissa-ku …mmmm ….oouuhhhgg … nikmat sekali sayang ….mmm”, erangku keenakan.

Begitu sabar dan hebatnya mbak Marissa menggoyangkan pinggulnya naik turun memuaskan nafsu kelelakianku yang belum tuntas. Digoyangkannya pinggulnya kekiri dan kekanan sambil dibawa turun naik membuat alat vitalku seakan dihisap, dibetot, dikenyot dan diplintir-plintir hebat oleh liang vaginanya itu. Uughh ….. Aku menggeram menahan rasa nikmat dan kurasakan juga akhirnya air maniku yg mulai bergerak naik hendak muncrat keluar. Sekujur tubuhku yang sedang disetubuhinya mulai menggelepar pertanda puncak kenikmatan enjakulasi sudah dekat. ” Oooouuuhh ….. terus Marissa-ku …. yaaahhh …. sedikit lagi sayang …ngggggghhh ….ooooouuhhhh …. yaaahh … Marissa-ku …. k..kau hebaat sayang …nggghh ..yaaahh ….sedikit lagi air maniku kek …ke …luar sayang ….ooouuuhhhh ……” Mbak Marissa semakin bersemangat melihatku mulai hendak enjakulasi, pinggulnya digerakkan semakin ganas naik turun sambil digoyangkan memutar seolah hendak memlintir dan memerah alat vitalku yang sudah hendak muncrat.

Begitu hebatnya jepitan liang vaginanya mengocok batang penisku sampai-sampai aku sendiri tak sanggup menanggung rasa nikmatnya yang sangat luarbiasa. ” Uuuuuhh ….ayo Ery ….. keluarkan air manimu sayang ….uuhhhh ….”, bisiknya genit sambil sesekali mengecup bibirku gemas. ” Ooouhhh … yaaaahhhh ….. mau keluar nih Marissaa ….aaaaahhhhh ……”, teriakku keras sekali. Segera kupeluk erat pinggul montok aduhai-nya yg masih terus bergerak turun naik menyetubuhiku lalu secepat kilat segera kugulingkan tubuhnya kesamping sehingga kini gantian badanku yang menindih tubuh montoknya. Mbak Marissa memekik kecil kaget melihatku begitu perkasa dan ganti menindihnya, dengan mesra kedua pahanya yang sangat mulus itu diangkat keatas dan menjepit pinggangku kuat. Seluruh batang penisku seakan tertancap kandas kedalam lubang kemaluannya yang masih menjepit dengan hebatnya. ” Uuuuhhhh kau kuat sekali Er ….mmm ….benar-benar laki-laki idaman …uuuuuw …”, bisiknya manja.

Mbak Marissa tidak tau kalo air maniku sebenarnya sudah berada dileher kepala penisku siap untuk kusemburkan keluar, namun aku sengaja masih menahannya sejenak sekuat tenaga. ” Aaaahhh …Marissa-ku sayang …. kau ingin anak laki atau perempuan …?”, bisikku gemas menahan rasa nikmat. ” Iiiihhhh …. hik …hik … kau ini ngomong apa sih …. mmmm …. laki-laki saja Ery sayang …. supaya tampan seperti kamu …mmm..”, bisiknya mesra. Aku mendelik nikmat saat tiba-tiba kurasakan liang vaginanya sedikit menyempit, alat vitalku yang sedang diujung enjakulasi itu langsung collaps … Dan Craatttttt …….. ” Aaaaaaaaaaaagggghhhh ………..”. Aku menggeram nikmat ke puncak enjakulasi. Kukecup bibir mbak Marissa lembut lalu bersamaan dengan itu mulai kusemburkan air maniku ke dalam lubang kemaluannya yang menjepit nakal batang penisku itu.

Mbak Marissa memekik kaget saat dirasakannya air maniku menembak dengan kuat ke dalam rahimnya yang sangat terlarang. Kedua jemari tangannya langsung mengusap-usap dan meremas-remas pantatku agar aku lebih nikmat memuntahkan air mani kedalam lubang kemaluannya. Craaattt ….. cruuuuutttt ……. Cratttt ………. Crruutttt…….. cruuuuutttttt …….. Semburan demi semburan kuat air maniku mulai keluar memenuhi liang vagina mbak Marissa. Sungguh tak terperikan rasa nikmat yg kurasakan. Jiwaku seakan ditarik keatas awang-awang terbang ke dalam sorga kenikmatan yang luar biasa. ” Ooowww ….Eryy … iiihhh …. ooowww ……banyak sekali sayang … mmmm ….uuuuuhhh …terus sayang ….mmmm …. aaahhh kental sekali air manimu sayang ….mmmmm …”, bisiknya penuh gairah. Gantian kini pinggulku yang kugerakkan turun naik menyetubuhi mbak Marissa.
Kuhunjam-hunjamkan secara perlahan alat vitalku yang sedang enjakulasi kedalam lubang kemaluannya yang hangat dan sempit. ” Oouuhh…. Marissa-ku ……nggghhhhhggghhh …. nikmatnya sayang …ngggggghh…..”, erangku melepas rasa nikmat yang tak terkira. Begitu hebatnya liang vagina mbak Marissa menjepit alat vitalku … memerah air maniku yang terus menyembur-nyembur tak henti-hentinya. Saking banyaknya air maniku yang keluar sampai pergesekan batang penisku dengan liang vaginanya jadi bertambah licin dan mantap. Kukecup dan kukulum bibirnya yang merahnya sepenuh perasaan. ” Nnnnghh … Ery … banyak sekali air manimu sayang … uuhhh … yaaahhh … terus sayang … uuhhh … semburkan lagi sayang …. uuuhh ….”, bisiknya manja menikmati tubuhnya yang sedang kusemai dengan bibit-bibit calon manusia itu. ” Oouuuuhhhh ……. Marissaa ……”, keluhku nikmat merasakan alat vitalku masih juga terus menyemburkan air mani. Crreeetttttt …..crrretttttttt………..c retttrrrrt …………

Aku tak tahu lagi sudah berapa semburan yang kutumpahkan kedalam liang rahimnya, yang kurasakan hanyalah betapa kenikmatan yg sedang melanda tubuhku itu seakan membuat jiwaku seakan ringan saja terbang ke atas sorga. Secara teratur dengan ritme tetap aku masih menaik turunkan pinggulku terus menyetubuhi mbak Marissa. Begitu nikmat mengeluar masukkan alat vitalku yang masih memuntahkan cairan sperma itu menggesek daging liang vaginanya. Begitu ketatnya lubang kemaluan mbak Marissa mengocok-ocok batang penisku dan menyedot spermaku keluar. ” Ooouuhhh … sudah .. Marissa sayaang … air maniku jangan disedot lagi ….”, bisikku ditelinganya sembari meringis nikmat. Marissa ketawa cekikikan … ” Iiiihhh …. nakal .. siapa yang nyedot … penismu aja yang ngocor terus …hik ….hik … uuuuhh … banyak sekali sih Er …. hik..hik… kamu minum apa sayang bisa sebanyak ini …”, sahutnya manja. ” Sperma Tarzan …..”, ujarku sekenanya. ” Iiiiihh …. jorok aahh …. hik ..hik …”, pekiknya kaget. Akhirnya kurasakan ludes juga air maniku disedot lubang kemaluan mbak Marissa.

Namun pinggulku masih terus bergerak turun naik menyetubuhinya seakan tiada rasa puas dalam hatiku untuk terus menggeluti tubuh mbak Marissa yang montok dan bahenol ini. Ia sampai merintih-rintih kecil melihatku seolah semakin bertambah ganas mengeluar masukkan alat vitalku yang masih over voltage menggesek liang vaginanya sampai kandas. ” Aduuh …. Ery … sudah ah …. berhenti dong …. masih belum puas juga sih … mbak bisa pingsan nih .. kecapekan ..hik …hik ..”, keluhnya manja. Enjakulasiku berakhir sudah. Begitu luar biasa nikmatnya. Perasaanku sekarang seolah begitu ringan. Seolah tiada beban. Begitu tentram dan damai. ” Nnnnngghhhh ….. Marissaku …. Isteriku …. nnnggghh ….pinggulku nggak bisa berhenti nih …. remnya blong ….”, bisikku gemas. ” Iiiiihhhh …. Ery …. sudah ah ….hik …hik …. nakal sekali kamu sayang …. aduuh … kemaluanku sakiit Er …”, rintihnya kesakitan. Jemari tangannya dengan gemas mencubit pantatku yang masih bergerak turun naik menyetubuhinya. ” Eryyyyy ….. udah dong …. hik …hik … aawwww ….. sakit sayang …. jangan cepat-cepat masukinnya sayang …. aaawwww …”. Mbak Marissa semakin merintih kesakitan. Aku tak peduli karena aku semakin gemas dan bernafsu mendengar rintihannya yang merangsang itu. Entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang kurang lengkap dalam tubuhku.

Alat vitalku terasa masih sedikit gatal-gatal dan masih ngaceng seolah masih menyimpan keinginan yang terpendam. ” Aduuuhh … Eryyy …. iiiiihhhh … udah ah sayang …. nnggggghhhhhhh ….”, bisiknya lirih. Namun diakhir ucapanya itu aku merasa mbak Marissa mulai merasakan kenikmatan lagi. Mmmmm …. Aku semakin bersemangat menggoyangkan pinggulku yang sebenarnya sudah ‘letoy’ itu turun naik dengan mantap. Bagaimanapun aku juga tak ingin terlalu terbawa ego-ku sendiri. Kuatur gerakan pinggulku turun naik dengan kecepatan sedang sehingga hunjaman alat vitalku ke dalam lubang kemaluannya yang sempit itu tidak terlalu membuatnya sakit namun sebaliknya memberinya rasa nikmat. ” Marissa-ku … air maniku mau keluar lagi ni ….”, bisikku mulai merasakan kenikmatan senggama itu kembali. ” Ooouuhhh … Ery …. k …kau luar biasa sayang …. nnnggngggghhh … terus sayang … jangan berhenti ….oouuhhh ….”, bisiknya sembari menikmati genjotan alat vitalku yang mulai menggelitik clitorisnya ke sorga kenikmatan. Kedua pahanya yang mulus kembali menjepit pinggangku erat.

Kedua tangannya memeluk tubuhku mesra dan jemari tangannya mengelus mesra punggungku yang berkeringat basah. Bagaikan seekor kuda liar tanpa mengenal lelah sedikitpun aku terus menggoyang pinggul turun naik menyenggamai bidadari cantik mbak Marissa. Begitu nikmat dadaku yang bidang menindih kedua bulatan payudara raksasanya yang kenyal dan padat itu. Kedua puting susunya terasa keras dan runcing menusuk kulit dadaku. Geli-geli rasanya. Kami saling bercumbu bibir sembari menikmati rasa nikmat pergesekan alat kelamin kami yang saling beradu untuk mencari kenikmatan sorga dunia. ” Eryyy …aahh …cupp …cuppp … oouuhhhh …. terus sayang ..jangan berhenti …. sedikit lagi ….ooouhhh…. yaaahh …nggggghhh …..ooowwww …”, rintih mbak Marissa nikmat. Akupun demikian, aku mulai merasakan kenikmatan sex yang luar biasa. Dan kali ini ternyata berlangsung begitu lama. Mungkin sekitar setengah jam-an lebih karena kami berdua sudah sama-sama terpuaskan tadi, tetapi justeru terasa jauh lebih nikmat. Kami berdua bisa sama-sama berkonsentrasi dan merasakan secara lebih mendalam dan lebih menjiwai persenggamaan ini.

Setiap mili alat kelamin kami saling menggesek, kami bisa merasakan nikmatnya itu sampai ke tulang sumsum. Sehingga tidak heran kalo persenggamaan ini berlangsung sangat lama, karena mbak Marissa semakin keenakan bila alat vitalku kukeluar masukkan secara perlahan kedalam liang vaginanya. Ia sampai melenguh panjang keenakan ketika kubenamkan secara perlahan batang penisku kedalam lubang kemaluannya sampai kandas, begitu pula ketika kutarik batang penisku itu pelan-pelan keluar dari lubang kemaluannya sampai-sampai ia menggigit pundakku karena gemas. ” Aaahhh … Eryyyy …. nnggghhh …. nikmaatnya sayang …. terus sayang ….ulangi lagi …..aaaahh …..uuuuhhhh ……yyaaaaahhhh ..mmmm …”, rintihnya. ” Marissa-ku …aaahhh … kita keluarkan sama-sama ……”, bisikku menahan rasa nikmat yang sudah mulai memuncak. ” Nnnggghhh …. i..iyaaa…. sayang …. aaahhh ….aku sudah mau keluar …nggghhh …..lekas Eryyyyy …..”, bisik mbak Marissa ke telingaku ketika dirasakannya puncak orgasmenya sudah sampai. ” Aaaaahh ….tung .. gu sebentar Marissa …….eegggghhh …..aaaaaaahhhhhh …. ayo Marissaa …sekaraaaannggggg ……”, erangku nikmat ketika enjakulasi-pun akhirnya terpuaskan untuk kedua kalinya. Kali ini agak
kupercepat goyangan pinggulku agar alat vitalku dapat menggesek liang vaginanya lebih hebat, sehingga puncak kepuasan sex itu lebih terasa nikmat. Dan …sambil berpelukan mesra, akhirnya kami berdua saling mengerang-erang dan menggeliat-geliat melepas puncak kenikmatan itu bersama-sama. Tubuh kami berdua saling mengejan saking tak kuatnya merasakan rasa nikmat yang luar biasa. Otot-otot liang vagina mbak Marissa menjepit alat vitalku dua kali lebih ketat membuat air maniku sontak kembali menyembur-nyembur keluar dengan hebatnya. Crrrettt ….. cccrrrooot ……… crreeeeettttt ……….. Crrreeeettttt ……… ” Marissaaaaaaaaaaaaa …………………aaaaagggh hh ” ” Eryyyyyyyyyyyy ………… nngggghhhhh ” Kami berdua sama-sama memekik-mekik nikmat. Seakan terbang saja jiwaku terhempas kedalam pusaran kenikmatan yang tiada tara. Cairan lendir mbak Marissa terasa menyembur lemah membasahi dan menghangati seluruh alat vitalku yang terbenam kandas dalam liang kemaluannya. Cruuuoooottttttt ………..crreeetttt ….. Air maniku kurasakan mulai menyembur lemah dan akhirnya terasa ludes tak tersisa lagi. Kantong zakarku seolah kopong karena isinya telah terkuras, disedot kemaluan mbak Marissa. Tak terasa begitu cepat sekali rasa nikmat itu berakhir, pinggulku terhempas lunglai diatas tubuh mbak Marissa. Alat vitalku seakan terbenam dalam lautan air mani didalam liang vaginanya. Kurasakan
batang penisku itu mulai bergerak menyusut didalam situ. Loyoo. Mbak Marissa menciumi bibirku dengan gemas. Berkali-kali mulutnya mengulum bibirku sampai lama sekali. Dari wajahnya terbayang betapa sangat puasnya dia malam ini. Begitu terlihat cantik dan alami meski tampak basah berkeringat. Kedua matanya yang kelihatan sedikit letih memandangku mesra. ” Ooh …Eryy …. aku benar-benar puass sekali … kau jantan sekali sayang … mmmbbff ….cupp …cuupp ….”, katanya gemas. ” Aku juga Marissa …. begitu nikmat sekali ….mmm …. indah sekali Marissa …..”, bisikku letih. Lima menit kemudian aku melungsur keluar dari tubuh mbak Marissa dan tergeletak lemas disamping tubuh bugilnya. Malam itu aku menginap di tempat Mbak Marissa sampai pagi, namun sebelum tidur aku masih sempat mengintip lagi ke kamar si Agus dan benar saja kulihat mereka memang sedang tertidur lelap kecapekan dan masih telanjang bulat, hanya edannya kulihat alat vital si Agus yang sudah loyo itu ternyata masih menancap di lubang dubur Farida. Mungkin mereka sempat maen ( sodomi ) lagi ketika kutinggal tadi.

Dari sela-sela paha Farida yg putih mulus kulihat leleran cairan kental berwarna putih ( seperti buih ) banyak sekali. Mungkin air mani si Agus yg tumpah keluar dari dalam liang kemaluan Farida. Sampai sekarang hubungan sex ini masih tetap berlangsung. Dan seperti yg telah saya duga sebelumnya mbak Marissa saat ini telah menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Entahlah bagaimana selanjutnya aku masih bingung,hanya saja mbak Marissa mengatakan supaya aku jangan khawatir mengenai kehamilannya karena ini katanya sudah menjadi tanggung jawabnya bersama suaminya nanti ( edaan nggak ), tapi entah bagaimana reaksi suaminya. Ketika sahabatku Agus kuceritakan tentang hub.sex ku ini, semula ia tak percaya sama sekali dan menuduhku ngayal. Namun suatu malam yg telah kurencanakan, ia kusuruh mengintipku dan baru benar-benar percaya ketika kusetubuhi mbak Marissa untuk ke-29 kalinya. He…he… katanya ia sampai sempat onani segala melihat tubuh mbak Marissa yg begitu indah mulus dan montok, bahkan gilanya ia masih sempat merekam adegan persetubuhan kami itu dgn handycam-nya selama kurang lebih 10 menit. Ada kejadian lucu pada beberapa hari yg lalu ketika suatu siang sehabis pulang dari kampus, aku benar-benar tak dapat menahan kerinduanku pada mbak Marissa, sambil sedikit setengah memaksa, aku meminta mbak Marissa memenuhi keinginan sexualku.

Meski pada mulanya ia menolak karena sikon yg tak memungkinkan disaat kegiatan salonnya yg sedang ramai namun akhirnya ia mau juga, mbak Marissa mengajakku melakukannya di dapur saja daripada di kamarnya dan ia menyuruhku melakukannya dengan cepat karena takut ketahuan pegawai salon. Ketika kami melakukan persetubuhan itu, masih dengan pakaian lengkap. Mbak Marissa hanya menarik turun celana jeans dan CDnya sebatas paha, begitu pula denganku hanya kuplorotkan sebatas paha pula. Mbak Marissa menyuruhku agar melakukannya dari sebelah belakang, dan ia lalu berdiri agak setengah membungkuk membelakangiku diatas sebuah meja di dapur. Alat vitalku yang sudah sangat ngaceng itu kuselipkan diantara kedua belah paha mulusnya dan menembus labia mayoranya yang tebal merangsang. Hanya kurang dari 10 detik, seluruh batang penisku sepanjang 16,5 centi itu telah kubenamkan seluruhnya kedalam liang kemaluannya yang hangat dan sempit. Sambil kuremas gemas kedua belah payudara montoknya dari belakang, aku mulai asyik menggoyang pinggul menyetubuhi mbak Marissa. Namun kenyataan berkata lain, 20 menit kemudian yang kebetulan sekali saat itu kami berdua sudah hampir sampai ke puncak kenikmatan secara hampir bersamaan. Ketika tiba-tiba salah satu pegawai mbak Marissa yaitu Sherly nyelonong masuk ke dapur hendak mengambil gelas untuk minum. Kami berdua terhenyak kaget, begitu pula dengan Sherly.

Begitu kagetnya mbak Marissa sampai lubang vaginanya mengerut mengecil menjepit alat vitalku yg saat itu sedang mendekati klimaks-nya, prrttt .. rasanya jepitannya yg luarbiasa membuat alat vitalku langsung muncrat memuntahkan air mani kedalam lubang kemaluannya. ” Eeeehhh … mbak …. Maaf …!!”, pekik Sherly kaget setengah ketakutan melihat kami berdua sedang berhubungan intim. ” Sherlyy ..!!!”, pekik mbak Mbak Marissa pula. Sebaliknya aku malah meram melek keenakan merasakan air maniku yg menyembur-nyembur hebat kedalam liang kemaluan mbak Marissa. Rasa nikmatnya membuatku seakan tak peduli dengan kejadian mengejutkan itu. ” Ma … maaf m ..mbak …. Saya mau ambil gelas …..”, seru Sherly masih kaget. Sejenak mbak Marissa akhirnya dapat menguasai keadaan. ” Ya sudahlah … Sherly .. lekas ambil sana …”, ujar mbak Marissa setengah ketus.

Sherly langsung ngibrit keluar begitu benda yg dicarinya sudah didapat. Kami berdua saling ketawa cekikikan mengingat kejadian lucu tadi, lalu melanjutkan lagi permainan sex kami yg sempat terganggu 1 ronde lagi. Sejak kejadian itu Sherly semakin berani menggodaku dan hampir tiap hari ia menelpon mengajakku pergi menemaninya ke diskotik. Saya tahu ia pasti punya hasrat lain selain hanya sekedar pergi ke diskotik. Aku masih belum mengiyakan permintaannya, berhubung sebenarnya saya sedang naksir pada Silvy yaitu salah satu pegawai mbak Marissa yg lain, orangnya setahun lebih tua tetapi masih imut2 dan manis seperti Deyana Lomban ( atlet badminton ) dan saat inipun hubungan kami sudah dapat dibilang pacaran, hanya saja sedikit ngeri juga mengingat kejadian ketika Sherly memergokiku sedang bersetubuh dgn mbak Marissa. Aku khawatir Sherly mengadukan soal ini kepada Silvy. Kadang terpikir olehku untuk mengiyakan saja kemauan Sherly menemaninya ke diskotik atau menggagahinya sekalian untuk sekedar tutup mulut ( kalo perlu ) … ha …ha….


0 comments:

Post a Comment

thank for comment