22 January 2010

Hasrat & Nafsu Part 2

22 January 2010

Kapan suamimu pulang .. Marisa ..?”, bisikku letih kepadanya, sejenak setelah hampir sekitar kurang lebih 1 jam aku menggeluti dan menyetubuhinya sebanyak dua kali. Kami berbaring kelelahan diatas kasur kamarnya. Kuelus-elus mesra bukit kemaluannya yang sedikit basah berkeringat sehabis kusenggamai. Begitu tebal dan montok bukit kemaluan mbak Marisa ini. Kucubit gemas berulang kali belahan bibir labia mayoranya yang empuk dan kenyal. ” Nggghhhh ….. akhir bulan depan Er … kenapa ..?”, ujarnya setengah merintih menikmati elusanku.

” Apa katanya nanti Marisa … ?”, tanyaku sedikit khawatir. ” Aahh … selalu itu saja yg kau tanyakan Ery … ngghhh … dia harus tahu diri karena ia sendiri yg mengusulkan ide ini …..” ” Bisa-bisa aku dibunuhnya Marisa …?”, tanyaku masih tak puas.
Mbak Marisa membuka kedua matanya yg setengah terpejam lalu memandangku gemas. ” Ery … bagaimanapun juga suamiku pasti ingin tahu siapa bapak anak yg sedang kukandung ini … setidaknya kamu mesti ketemu dengannya …” ” Suamimu benar-benar gila Marisa … ?” ” Kita yg gila Er … dan kau yg gila Ery … kamu sendiri khan yg nekat dan berani-beraninya merayuku sampai hamil begini …ahhh …”, bisiknya lirih masih kelelahan.

Mulutnya tersenyum kecil. ” Kenapa kamu juga mau dirayu ….?”, ujarku tak mau kalah. ” Bodo aahh …”, sahutnya malas. Kupandangi wajah cantiknya yg terlihat letih. Bibirnya yg sedikit tebal tampak basah. Kupandangi tubuh bugilnya yang putih mulus dan begitu montok nan aduhai, kedua buah dadanya mengacung tegang bak buah melon dengan puting-putingnya yg keras berwarna coklat kemerahan. Pinggulnya bundar padat dengan kedua paha serta kaki seksinya yg putih merangsang, bukit kemaluannya yang mulai tertutup dengan rerimbunan jembutnya yang halus dan kehitaman tampak basah merangsang birahi. ”

Suamimu benar-benar menyia-nyiakanmu Marisa …”, bisikku gemas. Kuremas dan kukocok alat vitalku yg mulai menegang lagi. Dalam sekejab rudal tomahawk ku telah kembali perkasa. Kepala penisku membesar bak buah sawo manis. Urat-urat disekujur batang penisku mulai bertonjolan keluar menandakan ereksi-ku yang telah sempurna. Mbak Marisa melirikku sekilas dan hanya bisa tersenyum letih. ” Aaah .. kadang kupikir aku sudah tak sanggup lagi melayanimu Ery …”, bisiknya lemah. Aku tersenyum menyeringai senang. Dengan penuh gairah aku kembali menaiki dan menindih tubuh mbak Marisa yang telanjang. Kupentang lebar kedua belah paha mulusnya. Dan ia hanya memekik kecil dan merintih panjang saat untuk kesekian puluh kalinya batang alat vitalku kembali menembus dan mengoyak liang kemaluan hangatnya sampai mentok kandas. ” Aawww … ooh .. Ery .. kau ini benar-benar hipersex …”, bisiknya letih.

Aku tahu mbak Marisa sudah tak sanggup lagi melayani nafsu sex ku lagi…. Sayang aku tak peduli. Ia hanya bisa mengeluh dan merintih berulang kali ketika aku mulai mengayuh pinggulku turun naik menyetubuhinya lagi beberapa saat lamanya, sebelum akhirnya air maniku kembali tersembur keluar dengan hebatnya memenuhi liang vaginanya, menyebar benih-benih spermaku kedalam rahimnya. Perlu juga saya ceritakan sedikit tentang kelainan sex yg dimiliki mbak Marisa …. Selain ia senang menyuruhku meminum cairan lendir orgasmenya, mbak Marisa juga suka melihat air maniku ditumpahkan keatas kemaluannya.

Pernah suatu malam saat kami berhubungan badan yg biasanya paling tidak kami lakukan sebanyak 2 ronde, pada ronde pertama kami bersenggama ketika kurasa air maniku sudah hendak muncrat keluar tiba-tiba mbak Marisa berbisik kepadaku. ” Eryyy … keluarkan diluar sayang ….nnnggghh …. cabut dulu penismu Er ….”, erangnya manja. Semula aku agak kaget juga mendengar permintaannya yg aneh, karena biasanya bila air maniku hendak keluar kedua paha mulusnya langsung dijepitkan kuat-kuat ke pinggangku dan vaginanya langsung merapat ketat sekali sampai alat vitalku tak kuat lagi menahan rasa nikmat, namun kali ini mbak Marisa malah mendorong tubuhku yg sudah mulai meregang nikmat hendak enjakulasi, dengan cepat tubuhnya yg berada dibawah tindihanku langsung bergeser sedikit keatas sehingga otomatis batang penisku langsung tercabut keluar dari dalam liang vaginanya.

Belum juga habis kagetku, jemari tangan kanannya menyambar alat vitalku … diremasnya kuat dan dikocok naik turun dengan cepat … kepala penisku diarahkannya keatas permukaan bukit kemaluannya yg besar montok ditumbuhi dengan bulu jembutnya yg mulai rimbun dan tebal, belahan kedua bibir kemaluannya masih setengah terbuka sehabis kusenggamai tadi dan tampak basah berlendir bekas cairan kewanitaannya yg bercampur dengan cairan orgasmenya yg berwarna keruh kekuningan. …. Crraatttt …crreeeettt ……. Crrreeett ……. Crrrettt t……. ccreeeeetttt……. Air maniku yg putih setengah kental langsung berhamburan keluar banyak sekali membasahi seluruh permukaan bukit kemaluannya yang merangsang. Bulu jembutnya yg mulai tebal seakan tertutup oleh leleran air maniku yg putih seolah seperti sedang dikeramasi.

Saking kuatnya semburan spermaku itu sampai membentuk garis-garis putih dan panjang diseluruh bukit kemaluannya dan sekitar perut serta pusarnya, sebagian besar meresap masuk disela-sela belahan bibir kemaluannya dan memasuki liang vagina merahnya yang setengah terbuka. Kedua mata mbak Marisa tampak berbinar-binar melihat cairan mani kentalku yg begitu banyak melumuri bukit kemaluannya. Ia mendesis gemas dan lidahnya setengah terjulur keluar menjilati bibirnya yg basah merekah. ” mmmmhh ..pantas saja begitu cepat aku hamil Er …. Spermamu sebanyak ini ….”, bisiknya kagum. Aku tersenyum bangga diantara rasa nikmat enjakulasiku, kuraih alat vitalku yg mulai sedikit lemas karena air maniku seakan terkuras habis dari remasan jemari tangan mbak Marisa … dengan gemas kuusap-usapkan alat vitalku yg masih setengah ngaceng ke seluruh permukaan bukit kemaluannya yg penuh leleran maniku sendiri lalu dengan sedikit susah payah berusaha kubenamkan kembali kepala penisku yg sudah loyo itu kedalam liang vaginanya.

Tapi sayang…. Alat vitalku terlalu lemas untuk memasuki liang vagina mbak Marisa yg sangat rapat … hingga meski aku berusaha menekan tetap saja hanya ujung kepala penisku yg bisa masuk sekitar 3 centi saja … ” Aaaahhhh …. Marisa ….”, bisikku gemas menyaksikan semua itu. Aku terkulai lemas disampingnya. Dengan mesra mbak Marisa mengusap lembut jidatku yg penuh keringat sebelum akhirnya ia mengusap-usap perut dan bukit kemaluannya sendiri yg penuh leleran maniku sampai berjatuhan dan membasahi sprei tempat tidurnya. Beberapa kali aku juga sering minta kepada mbak Marisa untuk mencoba merasakan senggama lewat lubang anusnya, karena sering aku melihat di film2 porno anal sex seperti itu kelihatannya sangat nikmat sekali karena lubang anus sudah pasti sangat sempit dan jauh lebih rapat dibanding liang vagina. Namun dengan tegas mbak Marisa selalu menolak dengan alasan kotor dan takut sakit.

Untuk menghiburku biasanya ia menyuruhku agar menjepitkan batang alat vitalku diantara payudaranya yg memang sangat besar. Aku sangat menyukainya karena rasanya juga nikmat… empuk, kenyal dan hangat. Dan bila air maniku sudah hendak tumpah keluar maka mbak Marisa akan memintaku untuk memasukkan penisku kedalam liang vaginanya kembali. Ia memang lebih senang kalo air maniku ditumpahkan disitu karena katanya ’sense of good’ nya luarbiasa kalo liang senggamanya dialiri cairan hangat.

Namun selama kami berhubungan badan belum pernah sekalipun mbak Marisa mau mengulum dan menghisap batang penisku (blow job) sebagai pemanasan, padahal aku sangat kepingin sekali bisa merasakan kuluman dan sedotan mulutnya yg menawan itu. Pernah suatu kali ketika air maniku hendak tumpah keluar setelah kurang lebih 15 menit kujepitkan dan kugesekkan diantara kedua buah dadanya, aku meminta mbak Marisa untuk mencoba merasakan dan meminum air maniku, pada mulanya dia menolak karena ia risih kalo harus mengulum dan menghisap batang penisku namun setelah kubujuk agar ia membuka mulutnya saja karena jemari tanganku sendiri yg akan mengocoknya akhirnya mbak Marisa bersedia meski setengah ragu.

Saat air maniku telah sampai diujung leher kepala penis pertanda enjakulasiku telah sampai dengan cepat kusodokkan kepala penisku memasuki mulut mungilnya dan langsung kusemburkan air maniku dengan sekuatnya kedalam kerongkongannya. Kurang lebih 3 semburan kuat. Ia terperangah dan mendelik kaget dan kurasakan gigi-gigi mulutnya seakan menggigit penisku. Sejenak kemudian mbak Marisa memalingkan mukanya lalu terbatuk-batuk sambil memuntahkan air maniku kembali keluar. Aku sedikit kecewa karena ulahnya tsb, sebagai pelampiasan kusemburkan sisa-sisa air maniku yg masih ada ke atas pipi dan rambutnya sampai basah semua. Akibatnya ….. ia juga kesal atas ulahku. Selama 4 hari mbak Marisa tak mau kutemui sama sekali. Aku sangat menyesal sekali.

Namun kejutan ketika di hari kelima tiba-tiba ia muncul ditempat kostku sambil meminta maaf telah mengabaikanku. Sebagai gantinya ia mengajakku rekreasi dan menginap di Klub Bunga kota Batu, disana kami berdua melampiaskan semua nafsu birahi kami yg serasa mau meledak karena 4 hari tak ketemu. Kalo kupikir heran juga kami saat itu, masa dalam 1 hari 1 malam di hotel aktifitas terbanyak kami hanya diatas ranjang, siang sewaktu kami tiba di hotel … langsung masuk kamar untuk berhubungan badan, 1 ronde selesai kami turun untuk makan,
lalu 1,5 jam kemudian kami berdua masuk kamar lagi dan berhubungan badan lagi … setelah itu tidur selama kurang lebih 3 jam … ketika bangun kami bercumbu lagi dan diteruskan dengan bersetubuh lagi ….setelah selesai dan mandi kami turun untuk makan malam … 1 jam kemudian masuk kamar lagi bercumbu lalu berhubungan badan lagi … selesai kami tidur sejenak sampai pukul 9 malam, ketika bangun kami nonton TV tetapi malah kebetulan sedang memutar film bertema romantis. … kami jadi terpengaruh lalu bercumbu dan bersenggama lagi … selesai kami tidur lagi sampai hampir pukul 2 malam .. aku terbangun karena haus sekali. Bersenggama berkali-kali membuat tubuhku sangat lemas kurang cairan. Aku membangunkan mbak Marisa untuk minum bersama-sama.

Semula ia ogah-ogahan karena ngantuk namun begitu aku menggodanya dengan meremas gemas buah dadanya yg montok dan kenyal ia jadi terpengaruh. Disibakkannya selimut penutup tubuhnya. Mbak Marisa masih setengah telanjang karena ia memang hanya mengenakan celana dalam saja. Dengan perlahan ia lalu memelorotkan dan melepas kain penutup tubuh satu-satunya itu, lalu dengan manja ia memintaku untuk menyetubuhinya lagi. Edaan … kupikir. Tapi itulah kenyataannya malam itu mbak Marisa sangat hipersex …. Kuminum separuh gelas anggur putih dan separuhnya kuberikan padanya sebelum akhirnya aku menaiki tubuh bugilnya lagi untuk kusetubuhi sampai ia merintih keras mereguk puncak kepuasan sex. Benar-benar 1 hari yg tak kan pernah terlupakan ….. capek tapi membawa nikmat …

9 Nopember …. Siang itu setelah salon tutup, aku bersiap hendak mengantar Silvi pulang. Perlu pembaca ketahui Silvi sudah resmi jadi pasanganku sejak seminggu lalu meski masih dalam taraf penjajakan. Dengan mesra kucium dahinya yg putih dan halus sbg tanda sayang. Silvi tertunduk malu, ia benar-benar polos sekali. Kadang kupikir benar juga kata Agus … Silvi ini belum pernah dijamah laki-laki, atau mungkin malah belum pernah pacaran sama sekali. Aku tak pernah menanyakan hal tsb kepada Silvi, karena itu bukan masalah penting buatku. ” Vi … aku pipis dulu yaa ..”, ujarku padanya mesra.

” Iiih ada aja sih kamu … cepetan dong …”, bisiknya tak kalah mesra. Kadang lucu juga ia memanggilku dgn sebutan ‘mas’ padahal usianya setahun lebih tua dariku. Dengan penuh semangat aku bergegas ke kamar mandi belakang rumah mbak Marisa. Kulihat mbak Diana, Erna, Santi dan juga mbak Marisa masih asyik memberesi peralatan salon. ” Hai … everybody … “, sapaku gembira kepada mereka semua. ” Hai juga … mau nganter Silvi pulang Er ..?”, tanya mbak Marisa sembari tersenyum penuh arti padaku.

Kelihatannya mbak Marisa masih terkenang dengan keganasanku semalam ketika menyetubuhinya. ” Iyaa .. mbak … but kencing dulu nih ..”, ujarku sambil ngibrit ke belakang. Setengah berlari aku menuju ke kamar mandi belakang dekat dapur. Karena sudah kebelet aku langsung membuka pintu dan masuk kedalam dan … Astaga …. Ternyata Sherly ada disitu sedang buang air kecil juga, kebetulan kulihat ia masih berjongkok mengeluarkan air kencingnya … bunyinya mendesis-desis seperti suara ular. ” Eehh ….” ” Eeehh …” Kami berdua sama-sama kagetnya.

Karena kebetulan saat itu Sherly sedang mengangkat roknya keatas, sehingga dapat kulihat jelas kedua belah pahanya yg seksi dan putih mulus, begitu juga bagian terlarangnya yg lain. Wiiiihhh …. Mataku sampai mendelik kagum menyaksikan keindahan bukit kemaluan Sherly yang cukup besar. Bulu jembutnya yg merangsang tidak terlalu lebat sekali sehingga aku dapat melihat jelas celah bibir vaginanya yg ternyata masih menutup rapat, namun dari sela-sela celah sempitnya itu kulihat sebuah air mancur kecil sedang menyembur-nyembur dengan hebatnya. Sherly dengan wajah merah padam segera menutup bagian bawah tubuhnya dengan rok pendeknya lalu ia langsung berdiri, setengah terburu-buru ia segera membalikkan badan karena malu.

Celana dalamnya yg masih tersangkut diantara kedua pahanya yg putih mulus segera ditarik keatas dan dipasang kembali. Wooww … indahnya bentuk pinggulnya itu. Baru kali ini aku menyadari betapa indahnya bentuk tubuh mbak Sherly ini. Tak kalah dengan Marisa. Bokongnya terlihat bulat mekal dan padat, menandakan ia termasuk cewe yg nikmat untuk disetubuhi. Mukanya masih merah padam ketika dengan cepat Sherly menghampiriku dan Plokk … tiba-tiba saja pipiku terasa panas dan pedih. Aku benar-benar maklum kenapa ia menamparku.

” Maaf Sherly … saya nggak sengaja … kenapa pintunya nggak dikunci ..?”, ujarku pelan sembari meraba pipiku yg panas. ” Saya bukan cewe murahan yg bisa kau pandangi seenakmu Ery … kamu sengaja khan mengintipku …?”, katanya dengan pandangan berapi-api. ” Astaga … swear Sherly …untuk apa aku mengintipmu …”, ujarku membela diri. ” Ery … kau bisa saja mempermainkan mbak Marisa tetapi itu bukan berarti kau juga bisa mempermainkanku …”, katanya ketus. Aku tersenyum melihat kemunafikan di wajah cantiknya. Aku tahu Sherly sedang berpura-pura menutupi rasa malunya sendiri. Bagaimanapun juga aku tahu ia punya hasrat kepadaku. ” Maaf Sherly .. saya nggak perlu berdebat denganmu lagi …saya ingin kencing ..”, ujarku rada jengkel juga. Aku membalikkan badan memunggunginya. Setengah memancing sengaja setengah kuplorotkan celana jeans dan celana dalamku. Ingin kulihat seberapa jauh reaksinya. Kalau ia keluar berarti ia punya konsekuensi tersendiri, jika tidak berarti ia bohong dan menginginiku.

Alat vitalku yg masih lemes segera kuluruskan agar air kencingku tak sampai mengotori dan membasahi celanaku. Benar saja beberapa saat kemudian ketika air kencingku mulai mengalir keluar, kurasakan sebuah dekapan lembut memeluk pinggangku, aahh … aku sedikit terlena merasakan desakan dua gumpalan bulat yg lunak dan kenyal menempel dan menekan punggungku ketat sekali. Seraut wajah cantik muncul dari sebelah pundak kananku seakan mengintipku yg sedang buang air kecil. Aku tersenyum penuh kemenangan. ” Aku tahu kau menginginiku Sherly … kau tidak bisa membohongi itu dariku …” ” Maafkan aku Ery … maafkan kemunafikanku …”, bisiknya lembut. Aku mendesah nikmat saat jemari tangan kanannya yg halus lentik menggantikan jemariku yg sedang memegangi alat vitalku. ” Aaahhh …. Sherly … awas tanganmu kecipratan …”, bisikku mulai bergairah.

Hanya 5 detik saja, alat vitalku langsung menegang dalam genggaman jemari tangannya yg halus. ” Iiihh … punyamu besar sekali Ery …!”, bisik Sherly lirih disebelahku. Jemari tangannya mulai mengurut batang alat vitalku yg mulai ngaceng …. Air kencingku masih menyembur beberapa saat. Sedikit kerepotan juga kencing dalam keadaan ngaceng seperti ini. Seperti ngganjel. ”

Sini aku cucikan punyamu Er …”,kata Sherly perlahan. Diambilnya secebok air lalu pelan-pelan disiramkannya membasahi kepala penisku sampai ke tengah-tengah batang penisku yg ngaceng. ” Kau ereksi sekali Ery …”, katanya lagi begitu lembut, seolah alat vitalku yg sedang ngaceng ini hanya sekedar barang mainan anak-anak. Diusapnya lubang saluran kencingku dengan ujung jemari telunjuknya beberapa kali sampai bersih membuat tubuhku sampai menggeliat kegelian. ” Sudah Sherly …aaaahhhh …geliii …”, bisikku keenakan. Dengan perlahan penuh kelembutan Sherly lalu melepaskan genggamannya pada batang penisku yg ngaceng. Kubalikkan badan dan dengan segera kuraih tubuh Sherly dalam pelukanku. Dalam 2 detik bibir kami sudah saling bertautan mesra. Kunikmati bibirnya yang hangat merekah dan kuhisap dengan penuh nafsu.

Begitu hangat dan lembut bibirnya membalas cumbuanku seakan kekasih yg memendam rindu. Sementara itu dengan terampil kedua jemari tanganku telah berada diatas dadanya lalu dengan gemas dua bulatan payudara Sherly yg cukup besar itu kuremas-remas berulang-ulang. Ooouhh …. Begitu kenyal dan padat. Sherly merintih pelan diantara cumbuan bibirku. Namun hanya sebentar, 2 menit kemudian Sherly melepaskan ciumanku. Ia hanya memandangku dengan gemas penuh dengan sejuta keinginan. ” Sudahlah Er … jangan diteruskan … bagaimanapun juga kau milik mbak Marisa khan ..”, bisiknya sedikit memburu. ” Tapi Sher …..”, bisikku setengah kecewa. Ia tak menjawab hanya kedua jemari tangannya segera meraih celana dalamku dan ditariknya keatas menutupi alat vitalku yg masih ngaceng. Seakan masih bingung dgn pikiranku, Sherly dengan cepat telah memasangkan kembali celana jeansku dan mengancingkannya sekaligus. ” Aku menginginimu Sher ….”, bisikku bernafsu. Aku segera memeluknya hendak mencium bibir merahnya sekali lagi. ” Eryy .. sudahlah nanti ada yg lihat …”, katanya setengah memberontak. Namun jemari tanganku lebih cepat, dalam sekejab tanganku itu telah memasuki roknya dan menyelip liar ke dalam celana dalamnya.

Kurasakan rerimbunan lebat bulu jembutnya menggelitik telapak tanganku. Aaah ….bukit kemaluan Sherly yang montok dan berbulu lebat itu telah berada dalam genggaman telapak tanganku … aku meremasnya gemas karena kehangatan dan keempukan daging kemaluannya itu. ” Eryyy … lepaskan tanganmu …ja …jangan …”, pekik Sherly setengah gugup. Tiba-tiba …..Krrriieeeeetttt…….. Mbak Marisa telah berada didepan pintu kamar mandi. Kami berdua langsung mendelik kaget setengah mati. Apalagi mbak Marisa pula. ” Haaiiii ….apa yg kalian lakukan disini …. Eryy ….sedang apa kamu ..”, seru mbak Marisa kepada kami. Perlahan-lahan segera kutarik kembali tanganku dari sela-sela selangkangan kemaluan Sherly.
Ada rasa kecewa juga. Sherly segera merapikan pakaiannya yg awut-awutan. “M ..mm …mbak …. Maafkan kami mbak ….”, ujar Sherly begitu gugupnya. ” Keluaaar kamu Sherly …!”,pekik mbak Marisa setengah marah. Sherly kelihatan ketakutan sekali. Setengah tergopoh-gopoh ia segera menyingkir, namun dengan sigap kuraih pinggangnya lebih dulu. ” Eryy …lepaskan …”, bisik Sherly padaku setengah memohon. ” Sher …kamu jangan khawatir soal mbak Marisa….” ” Ery ….apa yg kamu lakukan ..”, gertak mbak Marisa makin marah. Aku menyuruh Sherly untuk segera pergi, lalu sejenak kemudian kuhampiri mbak Marisa yg masih setengah melotot kearahku. Secepat kilat kukecup bibirnya yg merah merekah. Cuppp ….cupp …

mbak Marisa memekik kaget. ” Eryy ……” ” Marisa bagaimana kalo dia membongkar rahasia kita ….”, ujarku sambil meninggalkannya pergi menemui kekasihku Silvi yg mungkin sudah lama menunggu. ” Erryyyy …aku belum selesai bicara …”, kata mbak Marisa sekali lagi kearahku. ” Apa sayang …” Wajahnya yg cantik memandangku gemas. ” Kamu khan yg memulai tadi …?”, katanya setengah marah. ” A .. aku memang terangsang tadi Marisa ….”, kataku terus terang ” Jangan berbuat gila Eryy …” Aku mendekatinya lagi. ” Marisa … kalo boleh … ehm …tapi kalo mbak melarangnya aku akan menjauhinya …”, ujarku pelan penuh arti sambil mengedipkan mata. Sekali lagi ia hanya memandangku gemas. Lama sekali …sampai akhirnya ia mengatakan ” Oke …oke .. Er … kalo itu juga maumu .. hehh .. kamu ini memang maniak … mm .. oke … tapi satu hal .. aku tidak ingin mendengar nanti ia sampai hamil olehmu ….”, katanya pelan seolah mengingatkan. Aku tersenyum puas mendengar jawabannya Sore itu dirumah Silvi yg kebetulan sedang ada arisan RT, membuat kesempatanku berkencan dengan Silvi jadi tertunda. Padahal aku sudah merencanakan untuk mencumbunya. Maklum semenjak jadian baru sekali saja aku menikmati kelembutan bibir manisnya.

” Ramai ya Mas ….aduuh harus ngebantu ibu nih mas …!”, katanya setengah kecewa juga. ” Ya udah deh Vi …. Nanti malem aja aku kesini lagi ….salam aja deh sama mama-mu ..”, bisikku kesal. ” Jangan marah dong mas … cuppp …”, kata Silvi gemas sembari mencium mesra pipi kananku. ” Eeeh … Silvi ntar ketahuan mama-mu berabe kita …” ” Biarin biar kita dinikahin aja sekalian …”, katanya manja. Sepeninggal situ, aku kembali balek ke tempat mbak Marisa untuk menemui Agus. Sengaja aku lewat pintu samping tempat kost agar kedatanganku tak terlihat mbak Marisa atau oleh yg lain. Di depan pintu kamar Agus kulihat ada 4 pasang sendal cewe yg sangat kukenal. Aku sedikit kaget karena disitu terdapat juga sandal Mona, cewe kost paling cantik yg menurut Agus belum pernah disentuhnya. Gilaa … entah kenapa aku jadi cemburu melihatnya. Ingin rasanya kudobrak saja pintu kamar si Agus ini. Sudah begitu gilanya kah si Agus sampe ia langsung menggilir 4 cewe sekaligus … dan kenapa harus Mona ikut serta. Kuberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar itu, aku benar-benar tidak rela kalo Mona sampe digarapnya. Kuhajar dia karena mestinya dia tahu kalo aku menyukai Mona. Tok …tok …tok … ” Masuk Gus …”, terdengar sahutan suara cewek dari dalam kamar.

Itu suara Yeni. Kletek …. Daun pintu dibuka dan kulihat wajah menawan Mona telah berada di depan pintu. Aku terhenyak kaget begitu juga dia. ” Eh … mas Ery … si ..silahkan masuk Mas …”, katanya sambil hendak berlalu keluar. ” Lhoh … kamu mau kemana Mona …?”, tanyaku heran setengah menyelidik melihatnya terlihat agak pucat. Jangan-jangan ia sudah digarap …. ” Nnngg …kepala saya pusing mas …”, katanya lagi sambil berlari masuk kamar. Setengah bingung kulongokkan wajahku kedalam kamar, kulihat si Agus tak berada disitu, pasti dia masih di kampus pikirku lega. Didalam hanya ada Farida, Nani dan Yeni yg kini terlihat sedikit kaget melihat kedatanganku. ” Eehh …mas Ery …. Masuk mas ..”, sahut mereka hampir berbarengan. Rada heran juga aku dengan keadaan pakaian mereka yg sedikit awut-awutan.
Mereka semua mengenakan kaos longgar dengan celana pendek ketat sehingga terlihat jelas betapa mulus dan seksinya paha dan kaki mereka. Ya … ampuun …pantes pikirku setelah kutahu mereka semua ternyata sedang menonton film porno lewat laserdisc milik Agus. Gila … karena sempat kulirik film yg mereka tonton sedang memperlihatkan seorang gadis bule muda belia sedang digarap bergantian oleh empat orang pria. 2 orang bule dan 2 orang negro. Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba saja aku sudah duduk bergabung bersama Farida, Nani dan Yeni. Menurutku gadis di film itu masih sangat muda sekali, mungkin sekitar 14-17 tahun karena kulihat garis wajahnya yg masih imut-imut. Begitu pula dengan bentuk payudaranya yg masih kecil dan kencang dengan puting susunya yg berwarna kemerahan. Bodi tubuhnya pun masih terlihat mungil dengan bentuk pinggul dan kedua pahanya yg masih kecil. Kasihan juga gadis kecil itu yg menjadi bulan-bulanan keempat laki-laki kekar itu. Yang negro dengan alat vitalnya yang begitu besar dan panjang berwarna hitam legam tampak begitu buas dihunjamkan kedalam lubang vaginanya yg terlihat sempit sekali.

Daging vaginanya sampai tertarik keluar saking besarnya alat vital pria negro itu. Gadis itu menjerit histeris namun sembari menggeram nikmat cowo negro itu menghentak-hentakkan pinggulnya maju mundur membenamkan alat vitalnya yg segede terong itu sampai kandas kedalam lubang kemaluannya. Sementara ketiga pria lainnya tampak antri menunggu giliran sambil mengurut alat vitalnya masing-masing yang rata-rata sangat panjang dan besar. Mungkin sekitar 18-19 centian.

Aku melirik kesamping kiriku dan kulihat Yeni sedang asyik mengusap-usap selangkangannya sampai celana pendek yg dikenakannya jadi semakin tertarik keatas. Duh .. putih mulus sekali kedua belah pahanya itu. Mau tak mau batang penisku jadi ikutan ngaceng. Aku jadi semakin blingsatan karena kulihat Farida dan Nani juga melakukan hal yg sama. Astaga … mereka ini rupanya korban kebejatan si Agus. Mereka jadi maniak sex semua. Kualihkan perhatianku kembali ke layar TV 21 inchi didepanku. Kini kulihat pria negro itu dengan cepat mencabut alat vitalnya yg sebesar terong dari dalam lubang kemaluan gadis kecil itu lalu sedetik kemudian terjadilah banjir lokal yg luar biasa banyaknya. Air mani pria negro itu disembur-semburkan dengan nikmat menyirami alat kelamin gadis itu …. Sampai meresap disela-sela bibir kemaluannya yg mungil. Belum tuntas pria negro itu enjakulasi kembali dibenamkannya lagi alat vitalnya yg masih memuntahkan air mani itu ke dalam liang vaginanya lagi. Tampaknya ia ingin memuntahkan air mani kentalnya itu kedalam kemaluan gadis kecil itu. Gila … gadis kecil itu menjerit dan merintih kesakitan, sampai akhirnya kulihat negro itu tampak puas sekali. Begitu kontol raksasanya dicabut dari jepitan liang vaginanya, ketiga temannya yg sudah antri dibelakang langsung berebutan ingin ganti menyetubuhi gadis kecil itu …. Aku tak tahan lagi, segera kuberdiri hendak keluar dari kamar bejat itu. Namun sebuah jemari halus menarik lenganku. ” Mau kemana mas Ery … ?” Aku menoleh, ternyata Yeni yg menarikku tadi. ” Kepalaku pusing Yen … aku menunggu diluar saja ..” ” Disini saja mas … Yeni ada obatnya kok …”, katanya dengan pandangan sedikit aneh. ” O..obat apaa ..?”, tanyaku semula tak curiga.

Yeni menarikku ke dalam kembali lalu langsung menutup pintu. Aku mulai curiga melihat sikapnya. Benar saja begitu kulihat ia menutup pintu, tanpa ragu-ragu dan tanpa kuduga sama sekali. Yeni langsung menarik kaos ketatnya keatas sampai lepas sehingga kedua buah dadanya yang sama sekali tak mengenakan BH langsung mencuat keluar dengan indahnya. Woow …aku mendesah pelan terpesona dengan keindahan tubuh Yeni yg setengah telanjang. Kedua buah dadanya yang montok tidak terlalu besar dan terlihat kencang. Puting-puting nya berwarna coklat kemerahan. Wajah Yeni yang cantik membuat hatiku berdebar tak karuan. Lututku seakan goyah ketika dengan perlahan Yeni mulai menurunkan celana pendeknya dan aaahhh …. Tanpa dapat kucegah lagi alat vitalku mulai menegang didalam celanaku.

Masih dengan hanya mengenakan celana dalamnya yg berwarna merah muda, Yeni berjalan menghampiriku sambil tersenyum sedikit malu. Aku pikir dia pasti nekat berbuat seperti itu dihadapanku. ” M … mas …”, ujarnya pelan sedikit ragu melihatku masih bersikap pasif. ” Kau cantik sekali Yeni …” Ia tersenyum manis dan menunduk malu. Aku tak mampu menahan diri lebih lama lagi, kurengkuh tubuhnya dalam dekapanku dan seakan pasrah Yeni membiarkanku mulai menciumi dan mencumbu bibirnya yg basah. Kuremas gemas dua bulatan bokongnya yg padat dan mekal lalu kuplorotkan celana dalam yg dikenakannya sampai ke lutut. Aku seakan melupakan kehadiran Farida dan Nani yg masih berada disitu. Yeni menjerit kecil ketika celana dalamnya kubetot kebawah dengan kasar selanjutnya ia hanya merintih pelan ketika bokongnya yang telanjang kuremas dan kupuntir gemas. Cuupp …cuppp …aaahh….. ” Aahh ..massss …..”, erang Yeni lirih begitu pagutan mulutku pada bibirnya terlepas.

Dengan cepat aku segera membuka seluruh pakaianku sampai telanjang bulat hanya dalam tempo 10 detik. ” Aaaaahhhh …” Mereka bertiga menjerit kecil bersamaan ketika celana dalamku kuplorotkan kebawah sampai lepas, sehingga batang penisku yg telah ngaceng langsung meloncat keluar sambil manggut-manggut naik turun. Begitu ngacengnya sampai urat-urat disekujur batang penisku bertonjolan keluar mirip saluran pipa air. Kepala kontolku yg besar bak sawo manis tampak memerah dan keras sekali. Farida dan Nani yg semenjak tadi juga ikut menonton kami berdua sampai melongo menyaksikan alat kejantananku yg sangat ngaceng dan berjembut lebat. Bahkan Farida langsung muntah-muntah saking kagetnya melihat batang penisku yg tampak sangar. Hueeekk ….hueeekkkk …ia langsung lari keluar dan muntah di halaman.

Mungkin ia mules menyaksikan rerimbunan bulu jembutku yg mulai tumbuh subur dan awut-awutan karena sudah lama belum kucukur. Aku menghampiri Nani yg masih duduk kebengongan diatas karpet. Wajahnya yg manis sedikit takut-takut melihatku. Dengan gemas aku segera menariknya berdiri lalu belum sempat ia berkata apa-apa dengan cepat kuplorotkan celana pendek yg dikenakannya sekalian celana dalamnya sekalian. Sreeennggg … bau khas alat kemaluannya langsung menyengat hidungku. Mmmmm …. Baunya enak juga … Nani pintar sekali memelihara kebersihan alat kemaluannya. Kulihat alat kelaminnya itu seperti baru saja dicukur sehingga terlihat jelas bukit kemaluannya itu sampai nonong kedepan saking besarnya. Belahan bibir labia mayoranya yg tebal dan putih merangsang masih menutup rapat menyembunyikan celah liang vaginanya. ” M..mas .. E..ery .. jangan mas …..”, ujarnya ketakutan. ” Kenapa Nani … bukankah ini yg kau inginkan ….”, sahutku gemas sambil berusaha mencopot kaos ketat yg masih dikenakannya. ” Ja…jangan mas … “, katanya ketakutan dan mulai memberontak. ” Dia masih perawan mas Ery ….”, tiba-tiba Yeni menyahuti dari sebelahku. Kini ia telah telanjang bulat sama sekali.

Celana dalamnya telah dilepas sehingga aku dapat melihat rerimbunan rambut kemaluannya yg ternyata sangat lebat menutupi alat kemaluannya. Ck …ck ..ck ….gilaa … merangsang sekali. ” Be ..benarkah…?”,tanyaku setengah kaget. Tapi kata Agus ..??? pikirku rada bingung …. ” Benar mas … biarkan saja dia mas …”, sahut Yeni kemudian. Jemari tangannya menggamit lenganku diajak naik keatas ranjang. Setengah terisak Nani mulai memasangkan kembali celana dalamnya, aku jadi tak tega melihatnya. Seakan kerbau yg dicocok hidungnya, manut saja aku ketika Yeni yang sudah polos telanjang bulat itu mengajakku beradu keatas ranjang. Dihempaskannya tubuhnya yang montok putih mulus diatas kasur, kedua buah dadanya bulat mekal dengan kedua puting-puting susunya yg kemerahan bergoyang lembut. Tetapi seolah tersadar … tiba-tiba saja aku teringat akan Silvi, mbak Marisa ataupun Sherly, aku jadi bingung dan risih apa mesti harus kutambah lagi perbuatan gilaku. Apalagi apa nanti kata Agus kalo sampai ia tahu Yeni tidur bersamaku. ” Se …sebaiknya jangan Yen …”, bisikku padanya. Ia menatapku heran. ” Kenapa mass …?..” ” Tidak … tidak apa-apa Yen …”, bisikku sambil menahan nafsu.

Ingin rasanya diriku menyentuh tubuhnya lagi yg kini masih terlentang pasrah dan bugil. Mas Er kenapa …?…. tanyanya mengejar. ” Aaaaahhh ….”. Melihat kecantikan wajahnya dan kemolekan tubuh mulusnya aku jadi tak tahan. Bagaimana mungkin aku bisa menolak hasrat keinginan Yeni kalo aku sendiri juga sangat mengingininya. Kubuang jauh-jauh bayangan Silvi dan mbak Marisa, toh ini hanya sekedar permainan sex suka sama suka bukan cinta. 5 detik kemudian Yeni telah berada dalam tindihan dan dekapanku. Uuuhhh … lututku seakan gemetar menikmati kemolekan, kemulusan dan kehangatan tubuh Yeni. Alat vitalku yg ngaceng menekan nikmat bukit kemaluannya yg berjembut lebat. Empuk. ” M …mmass …. Kita lakukan cepat saja … ntar mas Agus keburu datang ….”, bisik Yeni sedikit malu karena kejadian yg tak dinyana ini. Aku tersenyum penuh nafsu. Mmmm … tanpa pemanasan dan langsung bersetubuh. Uhuuiii …. ” Masss Ery … pake ini yaa mass ….”, bisik Yeni kemudian sambil menyerahkan sebungkus kondom sutra. Entah kenapa aku jadi semakin tegang karena birahi mendengar permintaannya itu. Rupanya Yeni takut juga kalo sampai hamil. ” Nggak usahlah Yen … nanti dikeluarkan di luar saja …”, balasku bernafsu.

Yeni tak menjawab dan hanya menganggukpelan. Kuangkat pinggulku ke atas mulai mengambil posisi. Seolah mengerti kurasakan sebuah jemari halus menggenggam batang penisku yg ngaceng lalu diarahkannya moncong kepala penisku ke rerimbunan kemaluannya sebelah bawah. Aku merasa bibir labia mayoranya telah menjepit ujung kepala penisku. Yeni memandangku sambil mengedipkan mata pertanda aku sudah boleh menekan. Srrrtt ….. kutekan pinggulku kebawah … dan perlahan aku merasa sebuah daging hangat dan sempit mulai mencengkeram kepala penisku ketat sekali. ” Aaawwww … mass …..”, rintih Yeni seketika. ” Uhhhhh sakit Yen ….?”, tanyaku kuwatir.

Sejenak ia menggigit kedua bibirnya lalu sambil tersenyum manis ia berujar. ” ehhhh … nggak papa mas …. Jangan kuatir Yeni sudah nggak perawan lagi kok …. Teruskan saja ..nanti juga terbiasa ….”, bisiknya setengah terbata-bata. Aku semakin terangsang dan kembali menekan kebawah perlahan-lahan. Mili demi mili kurasakan batang penisku mulai memasuki liang vaginanya yg hangat. Rasa nikmatnya terasa sampai ke tulang sumsum. Kupikir liang vagina milik Yeni ini jauh lebih rapat dibanding milik mbak Marisa, mungkin karena usia Yeni yg masih muda sekitar 25 tahun. ” Ooouuhh …Yeniii …. Sempit sekali sih …..”, pekikku keenakan menikmati jepitan ketat liang vaginanya yg mulai terbuka menyambut kedatangan tamu istimewa. ” Nngghkkkkk ……nggghhhhh ……..”, rintih Yeni lirih antara rasa sakit dan nikmat ketika sudah hampir seluruh batang alat vitalku telah memasuki dan mengoyak liang vaginanya. Aku merasa begitu seretnya liang kemaluan milik Yeni ini. Rasa Hangat, empuk, kenyal, dan basah seolah menjadi satu. ” Mass Er …. Aahhhhh ….nggghkkk ……”, pekiknya lirih ketika alat vitalku menembus semakin dalam ke liang kemaluannya yg sempit. Ooouuuh….. begitu terasa nikmatnya cengkeraman ketat liang kewanitaannya sampai lututku seolah gemetar ikut merasakan kenikmatan. ” Yenii … aahhh …. Aku tekan lagi yaaa ….”, erangku nikmat sambil kuhentakkan pinggulku ke bawah …. Srrrtttt … slllepppssss …. Akhirnya kurasakan ujung penisku mentok sampai menyentuh dan menekan liang peranakannya. Nikmatnya sukar dilukiskan dengan kata-kata. Seluruh batang penisku seakan diremas lembut, dikenyot-kenyot dan diurut-urut oleh daging hangatnya. ” Aaawwww … masssssss…….”, pekik Yeni lirih.

Kedua matanya dipejamkan dan bibirnya yg merah terkatup rapat seakan menahan perih, lalu sejenak kemudian matanya perlahan terbuka. Ia memandangku mesra. Bibirnya malah tersenyum manis padaku. ” Yen…. Enak sekali yaaa ….”, bisikku nakal. Ia hanya mencubitku gemas. Kedua tangannya memelukku mesra dan hangat. Kedua pahanya yg mulus sekarang ditekuk keatas dan diapitkan ke pinggangku kuat-kuat. ” Mas Er … Yeni nggak akan melepaskan mas Er … sebelum mas Er puas ….”, bisiknya manja. ” Oouuuhhh …Yenii .. kau cantik sekali sih …”, bisikku gemas. Ia tersenyum senang lalu bibir merahnya yg hangat dan lembut mulai mengecupku dan mengajak bercumbu. Aku membalasnya dengan tak kalah bernafsu. Sejenak kubiarkan alat vitalku yg sudah seluruhnya terbenam didalam liang vaginanya itu tak bergerak sedikitpun, memberi kesempatan agar liang vaginanya itu terbiasa dengan kebesaran alat vitalku. Cukup lama juga kami bercumbu sampai akhirnya dengan bisikan nafsunya Yeni berbisik…. ” Maasss ….. mulai dong …”, katanya manja. Aku benar-benar terangsang mendengar permintaan nakalnya itu. ” Ooouhhh ..Yen …kuhamili kau sayang …”, bisikku gemas sambil kumulai mengayuh pinggulku turun naik mengeluar masukkan alat vitalku dari liang vaginanya. ” Iiiihhhh ….. aaawww … mass ….nngghhh…”, pekik Yeni keenakan merasakan gesekan batang penisku yang mulai menghunjam keluar masuk liang kemaluannya. ” kuhamili kau Yen ….aaahhhh ….kuhamili kau Yen …..aaahhhhh …..ngghhha aaaghhhh …. Kuhamili kau Yen …..”, erangku nikmat berulang-ulang. ” mmm …mass …ngggghhhh …nnggghh …..”

Sempat kudengar pintu kamar ditutup … aku melirik sekilas kesamping kiri …. Kulihat Nani sudah tak berada lagi disitu, mungkin ia risih melihat kami berdua berhubungan intim didepan matanya. Aku tak peduli dan kembali mencumbu bibir Yeni dengan mesra sambil terus kukayuh biduk kenikmatanku berulang-ulang. Turun ..naik..turun …naik …. Makin lama makin cepat membuat rasa nikmat senggama itu semakin terasa dan memuncak. Begitu hebatnya liang vagina Yeni yg rapat dan hangat itu mengenyot, menyedot dan mengurut-urut batang alat vitalku membuat jiwaku seakan melayang-layang ke pusaran kenikmatan sorga dunia. Pinggulku yg tadi mengayuh lembut turun naik kini menghentak-hentak kuat sampai setiap kali aku menghentak ke bawah membenamkan alat vitalku kedalam liang vaginanya, buah zakarku yg menghantam pantatnya sampai menimbulkan bunyi keras ..plekk …plekkk …plekk .. Tak kupedulikan lagi rintihan dan erangan Yeni, entah kesakitan atau keenakan … yg jelas aku sendiri merasakan kenikmatan yg sangat luar biasa. Dan tak lama lagi pasti cairan kenikmatan itu akan kutumpahkan keluar. ” Mmm …cup ..cup …ahhh …Yen ..ngghhh … enak sekali sayanggghhhh …oouhhh ….”, erangku keenakan. ” M..mas ….awwaaww ….ngghhhhh ….. aauuuuuuwwwwwgghghghhhghghh ……” Tiba-tiba ia mengerang keras …keras sekali sambil kurasakan pelukan kedua tangannya makin kuat…. Kedua pahanya pun menjepit makin kuat ….pinggulnya bergoyang-goyang lembut dan gemetaran. Kuku kedua jemari tangannya seakan menembus kulit punggungku dan terakhir kurasakan vaginanya merapat dan menjepit alat vitalku kuat-kuat.

Aku serasa dipilin-pilin. ” Nnnggghhhh …Yennn …….aahhhh …enaaakk .. Yennnnnnngghhhhhhhh……” Sejenak kemudian aku merasa cairan hangat melumuri alat vitalku yg sedang berada didalam kemaluannya. ” Maaaaaaasssssssssssss ……………..aagghhhghnnng ggghnnnngnggg ……”, Yeni merintih keras. Tubuhnya mengejan beberapa saat sebelum akhirnya lemas kembali. Kedua pahanya yg tadi mengapit pinggangku kini malah terkulai lemas. ” Yenniii …kau orgasme sayang ….”, bisikku senang. Aku jadi geram sendiri dan gemas melihatnya. Kuselipkan kedua telapak tanganku ke balik bokongnya yg bulat dan kenyal. Lalu kuhunjamkan turun naik pinggulku beberapa kali sebelum akhirnya kuhentakkan sekuatnya pinggulku ke bawah sampai seluruh alat vitalku benar-benar tenggelam semuanya kedalam liang kemaluan Yeni. Aku merasa mentok lalu sambil kugoyang-goyangkan pinggulku memutar menikmati jepitan dan urutan liang vaginanya, 5 detik kemudian mulai kusemburkan air maniku yg kental didalam situ. Crreeet ………ccreeeetttttt ………..crraaaaattttttttttt t ….. Wuuuiiihhhhh …. Rasanya nikmat luar biasa. Aku mengerang-ngerang nikmat melepas ejakulasi. Rohku seakan terbang keatas sorga.

Kuresapi setiap mili jepitan daging liang kemaluan Yeni sambil kusemburkan nikmat air maniku di dalam situ. ” Oouuuhh …. Mass …kok di dalem mass ….”, rintih Yeni masih lemas. ” Ennghhhhggkkkkk …y..y..ya ..sa.yang …. biar ka..kamu hamil …”, erangku gemas di antara rasa nikmat ejakulasiku. Aku merasa ia sama sekali tidak protes atas tindakanku, mungkin ia senang melihatku bisa menikmati tubuhnya seutuhnya. Jemari kedua tangannya yg halus memijit dan mengusap-usap mesra pantatku yg sedang gemetar melepas kenikmatan sex. Crreeeett…….. crrattttt ……… crrreeettttttttt …………….. ” Oouuhh Yen …. enaaaknya sayaaaang ……..nnggghhghghkkkkkk….. “, erangku masih keenakan. Sebelum akhirnya kurasakan air maniku semakin habis dan terkuras keluar seluruhnya ke dalam liang vaginanya.

” Oouuuhhhh …. Masssss …….”, rintih Yeni senang melihatku sangat terpuaskan. Aku terkulai lemas di atas tubuh bugilnya yg berkeringat. Begitu nikmat terhempas di antara keempukan payudaranya yg kenyal. Puting-puting susunya yg terasa keras menusuk tajam dadaku. Kubiarkan alat vitalku yang baru saja menikmati enjakulasi itu tetap berada didalam liang vaginanya. Meresapi kehangatan dan kelembutannya serta sisa-sisa kenikmatan sex. ” Yen. …aaahhhhhhh …. Aku puas sekali sayangghhhh …”, bisikku lemas. ” Ya …masss … Yeni juga ….cup ….cup….”, ujarnya lirih sambil mengecup dahiku mesra. 10 menit kemudian kami lalu berbenah dan merapikan kamar Agus sebelum akhirnya aku juga pamit padanya untuk pulang. Kami berdua bahkan berjanji untuk melakukan perbuatan itu lagi setiap saat. Sampai sekarang walaupun aku dan Yeni sudah berulang kali berhubungan badan rahasia ini tetap terjaga tanpa sepengetahuan Agus. Karena biasanya hubungan sex itu lebih sering terjadi di tempat kostku atau kalo tidak kami terpaksa mencari tampat2 sepi di alam terbuka seperti di Coban Rondo atau Lembah Dieng untuk sekedar dapat menikmati sorga dunia sesaat.
Untuk mencegah kehamilan aku selalu membawa tissue anti hamil (Female contraceptive film) untuk kuberikan pada Yeni sebelum kami melakukan senggama. Dengan Yeni aku mendapatkan segala keinginanku akan fantasi sex yg selama aku bersama mbak Marisa tak pernah kudapatkan. Bersama Yeni aku mendapatkan pengalaman pertama bersenggama lewat anus (sodomi). Aku masih ingat saat itu hari Sabtu atau malam minggu, kebetulan Silvi sedang ada acara bersama keluarga ke Singosari, jadi hari itu aku cuti kencan. Sebelumnya aku sudah mengontak Yeni untuk acara sambung raga. Sore hari kami berdua berangkat ke kota Batu dan menyewa sebuah Villa kecil untuk menginap. Sepanjang perjalanan kami berdua ngomong ngelantur karena membayangkan segala kenikmatan-kenikmatan sex yg akan kami lakukan nanti. ” Pasti enak ya mas … kita bersenggama di udara dingin …”, katanya padaku dengan tatapan penuh birahi. Sampai di Villa yg kusewa, kami berdua langsung saling membuka pakaian sampai bugil.

Yeni dengan gayanya yg aduhai dan merangsang berjalan melenggang dan langsung tidur tengkurap diatas sofa. Bokongnya yang bulat mekal dan putih begitu mulus mempesona. Belahan putih vertikal bibir kemaluannya yg tebal terlihat saling mengatup rapat dari belakang menyembunyikan liang vagina merahnya. Yeni memang tahu kegemaranku menyetubuhinya dari sebelah belakang, karena ia tahu aku sangat terangsang sekali dengan bagian tubuh belakangnya yang seksi terutama pinggul dan bokongnya yang bulat mekal. Dan biasanya memang alat vitalku dalam posisi seperti itu tak sanggup dijepit terlalu lama dalam liang vaginanya karena Yeni selalu mengapitkan kedua belah pahanya rapat-rapat sehingga jepitan liang vaginanya sangat ketat sekali. Paling lama cuman 15 menit air maniku sudah tumpah keluar, itu juga kalo Yeni sambil mengajakku mengobrol. Memang setiap kali kami berdua berhubungan badan kami selalu menyelingi dengan obrolan-obrolan kecil dan lucu agar kenikmatan bersenggama itu dapat berlangsung lebih lama. { Oh yaa … semenjak setelah intercourse pertama, Yeni telah mencukur rambut alat vitalku dengan shavernya sampai gundul dan licin, begitu pula dengan rambut kemaluannya sendiri, katanya ia risih kalo harus bersenggama dengan rambut2 yang mengganggu kenikmatannya. Mbak Marisa sendiri juga lebih bergairah dengan keadaanku sekarang, birahinya langsung naik dan menggebu bila melihat alat vitalku yang tampak bersih dan licin}

Melihat Yeni sudah mengambil posisi siap untuk kusetubuhi, tanpa dikomando alat vitalku langsung tegang dan ngaceng keras sekali. Dengan gemas aku menyusulnya dan menindih tubuh mulusnya yg tengkurap dan dengan cepat kuselipkan penisku yg ngaceng diantara kedua belah pahanya sebelah atas persis sekitar 2 centi dibawah lubang anus dan kutekan perlahan-lahan sampai seluruh batang penisku memasuki liang vaginanya yg rapat. Aku mulai menaik turunkan pinggulku menggesekkan alat vitalku dengan liang vaginanya. Kami berdua mengerang-erang nikmat berulangkali sampai sekitar 10 menitan aku merasa tak mampu lagi menahan rasa nikmat jepitan liang vaginanya lalu kusemburkan air maniku dengan sejuta rasa nikmat yg tiada tara kedalam rahimnya. Waktu itu Yeni sempat lupa memasukkan tissue anti hamilnya kedalam liang kemaluannya.

Sewaktu aku selesai enjakulasi ia terpekik kaget dan mendorong tubuhku kesamping, alat vitalku yg sudah loyo tercabut dari dalam kemaluannya. Ia ngibrit ke kamar mandi katanya mau kencing dulu sekalian ngeluarin spermaku yg sudah terlanjur bersemayam dalam kemaluannya. Aku hanya terkekeh geli melihat tingkahnya. Gimana caranya ia bisa memuntahkan seluruh spermaku yg sangat banyak dan kental itu. 2 jam kemudian sewaktu kami berada didalam kamar tidur sambil menonton TV, aku nekat mengajak Yeni untuk mencoba berhubungan badan lewat lubang anusnya.
Semula ia kaget karena tak terpikir sama sekali baginya untuk mencoba melakukan anal sex seperti itu. Namun karena melihatku begitu kepingin sekali, Yeni akhirnya tersenyum dan mengiyakan permintaanku. Waahh … senengnya hatiku. Alat vitalku langsung ereksi membayangkan nikmatnya memasuki dan menggesek lubang anusnya. Aku langsung mengambil minyak ‘baby oil’ yg sudah kupersiapkan sejak dari rumah. ” Iiiihh ..mas Ery …mmm … rupanya udah siap-siap yaa …”, katanya terheran-heran. Aku hanya tersenyum-senyum sendiri menahan nafsu birahi. Kulumuri batang penisku yg ngaceng dengan baby oil itu sampai rata dan terasa licin. Kulihat Yeni sempat bergidik juga membayangkan alat vitalku yg besar dan panjang itu bakal memasuki lubang duburnya. ” M …m..mass Er … ka..kalo Yeni terasa sa..sakit …jangan dipaksa yaa ..?”, katanya sedikit gugup.

Aku tersenyum senang melihat ketakutannya, entah kenapa sikapnya itu membuat birahiku semakin bergelora. Kuraih tubuh bugilnya yg bahenol itu kedalam pelukanku, kucumbu nikmat bibir merahnya yg basah merekah sambil kuremas-remas gemas kedua buah dadanya yg kenyal secara bergantian beberapa saat.” Mmmm …cup… jangan kuatir sayang …aku tak akan sekasar itu …” Yeni tersenyum manis sambil membalas kulumanku. ” Mass … nanti kalo spermanya mau keluar …nggg …itunya dicabut yaa ..”, ujarnya genit. ” Ouuh …Yen ..ngg ….kau cantik sekali …”, bisikku penuh nafsu. Aku menyuruhnya untuk menelungkup diatas kasur dan dibawah perutnya kuselipkan sebuah bantal sehingga pantatnya yg bulat mekal dan seksi itu agak terangkat keatas.

Kedua pahanya sedikit agak kurenggangkan agar posisiku lebih mudah saat menyodominya. Yeni kelihatan sangat pasrah sekali dengan apa yg akan aku lakukan, meski ini adalah pengalaman pertama anal sexnya. Setengah berdiri aku mengangkang diatas kedua paha mulusnya lalu kuturunkan pinggulku kebawah. Kulihat belahan vertikal bibir kemaluannya yg menutup rapat sangat merangsang sekali menyembunyikan liang vagina merahnya yg basah. Mau tak mau aku jadi terangsang juga kepingin menjepitkan alat vitalku kedalam liang vaginanya. Dan memang kulakukan, dengan gemas kuselipkan kepala penisku diantara belahan bibir kemaluannya dan kutekan alat vitalku perlahan-lahan sampai seluruhnya masuk kedalam liang vagina. Uuuuhhhh ….nikmat sekali merasakan jepitan hangat dan basah kemaluannya itu. Yeni tertawa kecil melihat ulahku. Mukanya yg tadi disembunyikan diatas sprei setengah menoleh kearahku sambil tersenyum geli. ” Aduuuhh ….nggak tahan ya masss …. Kok dimasukin kesitu lagi …hi..hi..” ” Eehhhh … habis itumu merangsang sekali sih Yen …. Aku khan jadi kepingin ngerasain jepitannya lagi …”

Ia tertawa makin nyaring, namun sejenak kemudian ia memekik kecil saat jemari kedua tanganku menyibakkan belahan pantatnya sehingga aku dapat melihat lubang duburnya yg berkerut dan berwarna coklat susu itu. Wooww …. Benar-benar sangat menggemaskani. Kelihatan begitu mungil dan rapat sekali, seolah-olah ujung jaripun nggak bakalan bisa masuk. Aku jadi penasaran. Dengan telunjuk jemari kananku kucoba kuselipkan kedalam lubang anusnya ….rasanya rapat sekali namun empuk dan kenyal …. Perlahan-lahan jari telunjukku mulai terbenam kedalam lubang duburnya sampai ke pangkal …. Waahh ..rasanya sangat hangat dan lembek didalam situ. ” Aaaahh …mm..mas Er …geliii …ahhh …..nggghhh…”, rintih Yeni pelan. Wajahnya kembali disembunyikan diatas sprei.
Kuputar-putar jari telunjukku didalam situ secara perlahan-lahan. Yeni semakin kegelian. Sambil kuputar telunjukku kutarik keluar masuk seperti sedang senggama. Waahh … ternyata tidak terlalu susah juga meski terasa sangat sempit karena ternyata lubang duburnya bisa sedikit melar dan elastis. Sampai disitu aku baru mengerti kenapa di film-film porno begitu enaknya bintang pria menyodomi yg cewe karena memang sangat elastis. Kucabut jari telunjukku dari lubang duburnya dengan perlahan dan kulihat ternyata liang duburnya yg ternyata juga berwarna sangat merah itu tidak langsung mengatup rapat namun menutup dengan perlahan-lahan pula. Yeni merintih kecil kegelian. Kugoyangkan pinggulku maju mundur. Beberapa saat kunikmati jepitan dan gesekan lembut liang vagina Yeni yang hangat dan basah. ” Oouuuuh…mass ..Er….nggghhh ….nnnnggghhh …..”, rintih Yeni keenakan. 2 menit kemudian kucabut alat vitalku dari dalam lubang kemaluannya lalu ganti kuarahkan ujung kepala penisku kesebelah atas persis dimulut lubang anusnya.

Sambil kusibakkan belahan pantatnya dengan tangan kiri aku mulai menekankan ujung kepala penisku yg besar ke mulut lubang duburnya. Uugghh … semula aku merasa seperti memasuki jalan buntu, namun 5 detik kemudian setelah berulangkali kutekan akhirnya secara perlahan-lahan lubang anusnya itu mulai melar sehingga kepala penisku dengan cepat masuk kedalam. ” Aaawww ……”, Yeni memekik kecil. Sebaliknya aku malah meram melek merasakan jepitan lubang duburnya pada kepala penisku yg besar. ” Aaahhhnngghhh … sakit Yen ..?”, bisikku keenakan. Kepala penisku telah tenggelam kedalam lubang duburnya, rasanya sedikit kesat dan ketat luarbiasa.
” Oooohhhh …. It’s so tight baby ….eehhhhh …..”, bisikku nikmat. Aku menekan terus perlahan-lahan alat vitalku menembus ke dalam liang duburnya … mili demi mili … sampai akhirnya separuh dari batang penisku berhasil masuk. Wuuuiiihh .. ketatnya luarbiasa sekali. Lubang duburnya terasa berdenyut-denyut keras seakan meremas-remas batang penisku yg besar…. Terasa sangat hangat dan lembek didalam situ. Kulihat tubuh Yeni bergetar pelan seolah menahan sakit. ” Aaahhh …Yen …sakitkah sayang ..?”, tanyaku cemas. ” Mmm …ngggghhhh …ssedikit mass …teruskan saja mass …”, rintihnya lirih menambah gairahku. Hheeekkkgghh …. Aku menekan batang penisku kembali kedalam lubang duburnya ..dan srrtt … perlahan-lahan alat vitalku terus menelusup kedalam …kedalam …kedalam dan aahhhhgghhhh ….aku merasa ternyata semakin kedalam semakin rapat dan lembek. Kepala penisku seakan diremat-remat hebat didalam anusnya. ” Aaagghhh ..Yen …nngghhhh ….”, erangku keenakan. ” Auuwwww …mass …udah mass …jangan terlalu dalam …. Ngganjel nih …auuww … “, pekik Yeni pelan. ” Nnngghhhh …tinggal sedikit lagi Yen ….aaahhhgghh …”, erangku nikmat melihat batang penisku hanya tinggal sekitar 4 centi saja yg masih berada diluar. Aku berusaha menekan lagi namun kulihat tiba-tiba tubuh Yeni meregang kecil seolah kesakitan. ” Sakit sayang …?”,bisikku setengah kaget. Yeni tak menjawab namun kudengar mulutnya merintih-rintih pelan. Kasihan juga aku melihatnya. Tak kupaksakan untuk menekan lebih jauh lagi, karena dengan jepitan lubang anusnya yg sedalam ini saja sudah membuat batang penisku seperti diremat kuat sekali … apalagi aku merasakan liang anusnya itu juga berdenyut-denyut seperti mengurut-urut memberiku kenikmatan luar biasa pada alat vitalku.

Tak pernah kusangka sama sekali begitu nikmatnya bersenggama lewat jalan belakang. ” M..mmassss …… “, rintih Yeni tanpa arti … entah kesakitan atau mungkin dia juga merasakan nikmat tersendiri. ” Sakitkah sayang …?”, tanyaku sekali lagi sambil menahan rasa nikmat. ” Nnnnggghhhh …. Ng…nggak juga mass …… hanya sedikit ngganjel …”, ujarnya pelan. Aku tersenyum lega. Kutarik perlahan batang penisku dari dalam lubang anusnya …uuughghhh aku merasa seret dan kesat meski baby oil yg kulumurkan sudah cukup banyak. Lubang anusnya itu seakan mencengkeram dan membetot seolah menahan laju gesekan keluar alat vitalku. Aku mengerang nikmat, kulihat batang penisku yg tertarik keluar seolah tergencet sampai mengecil saking kuatnya rematan liang duburnya. ” Nnnnnngggghh …………” . Ketika sudah sampai leher (aku memang sengaja masih menjepitkan kepala penisku agar tetap berada didalam liang duburnya) segera kutekan lagi secara perlahan batang alat vitalku kedalam lubang anusnya sampai kurasakan pinggul Yeni bergetar lagi pertanda agar aku menyetop sodokanku. Mmmmm … nikmatnya tak terbayang.

Akhirnya aku mengambil posisi setengah menindih tubuh bugil Yeni yg menelungkup karena aku tak mungkin merapatkan tubuhku kepadanya, karena bila itu kulakukan berarti aku harus menekan sampai mentok seluruh batang penisku kedalam lubang duburnya. Itu berarti menyakiti Yeni … aku nggak bakalan tega melakukannya. Setengah memeluknya kuciumi kulit punggungnya yg halus dengan lembut sementara pinggulku kugerakkan turun naik dengan sangat perlahan sekali …. Naik turun..naik turun ..mengeluar masukkan batang alat vitalku kedalam anusnya. Kuresapi setiap gesekan dan rematan daging tubuhnya yg hangat dan lembek itu. Denyutannya yg lembut memberikanku rasa nikmat tak terkira. ” Mm …mass ….ngggghhhh …aawww ….nngghhhh …….”, rintih Yeni perlahan. Kuremasi kedua buah payudaranya yg kenyal secara perlahan dengan gerakan memutar menambah rintihannya semakin menggila. ” Yeniii ….ooohhh ….yeniii …..”, erangku keenakan. Brrruttt ….. bbrrruuttttt ………………………… ….bbrrrruuuurtttt ……. Beberapa kali terdengar bunyi yg cukup keras dari pantat Yeni, setiap kali batang alat vitalku yang ngaceng keras dan berlendir itu kubenamkan kedalam lubang duburnya.

Persis seperti suara kentut. Aku mengira mungkin karena udara didalam lubang duburnya yg tertekan saat penisku masuk itu terdorong keluar. Wuuiiihhhh ….. suaranya membuatku jadi makin terangsang dan bergairah. Saat itu aku merasa begitu perkasa, meski rasa nikmat pada alat vitalku sangat berlebihan namun aku mampu melakukan persetubuhan dengan timing yg cukup lama …mungkin sekitar setengah jam-an bahkan lebih. Ini adalah pengalaman pertama anal kami dan tak kan pernah terlupakan. Ketika sampai akhirnya kenikmatan itu hampir mencapai puncaknya, dan sengaja aku tak memberitahukannya kepada Yeni .. setelah kutimbang dan kupikirkan sekilas dan berharap tak berakibat efek apapun … kuputuskan untuk menumpahkan saja sekalian air maniku didalam lubang duburnya.

Kutekan sedalamnya batang alat vitalku didalam situ lalu sambil pinggulku kuputar perlahan air maniku menyembur keluar dengan diiringi sejuta kenikmatan yg tak terkira. Tubuhku menggeletar dan meregang mencapai puncak enjakuasi. Crrreetttt ……….ccreeettttttt ……crreeetttttt ………..crrrrrrrreeeeeeettt tt. ……….. Semburan demi semburan kutumpahkan dengan nikmat didalam lubang duburnya. Yeni memekik kaget dan merintih pelan. Tubuhnya tetap diam tak bergerak hanya sekali-kali bergetar pelan. Ia seolah benar2 pasrah dan mengijinkanku melakukan semua itu. Lengkap sudah kenikmatan itu. Anganku seakan melayang tinggi terhempas dalam pusaran kenikmatan. Air maniku masih mengalir sebanyak kurang lebih 4 semburan lagi sampai akhirnya kurasakan puncak kenikmatan yg sempurna itu berakhir. Selama beberapa menit masih kubiarkan alat vitalku terbenam didalam lubang dubur Yeni menikmati sensasi terakhir jepitan rapat dan hangat miliknya. Aku merasa sperma yg kukeluarkan saat itu lumayan banyak karena kenikmatan yg kualami sangat luarbiasa.

Tak bisa kubayangkan didalam saluran anusnya itu tergenang cairan mani. Wuuuiiihh …. 5 menit kemudian aku menggeletak lemas disamping kiri Yeni. Meski dengan ekspresi letih sedikit pucat ia mencumbu bibirku dengan sangat mesra sekali seolah ia ikut merasakan kenikmatan yg sedang kualami. Aku tahu ia belum orgasme sampai saat itu, sedangkan alat vitalku rasanya belum mampu untuk berdiri lagi. Malam itu kupuaskan dirinya dengan sapuan kenikmatan bibir dan mulutku pada alat kemaluannya. Selama kurang lebih tiga perempat jam aku melakukan cumbuan pada belahan bibir kewanitaannya …. Kucium ….kuhisap …kujilat …sampai akhirnya clitorisnya yg sensitif itu ganti kuremat dan kukenyot-kenyot tanpa pernah kulepaskan barang sedetikpun … akibatnya sampai Yeni orgasme berulang-ulang kali. Mulutku sampai terasa licin dan berlendir kecipratan cairan orgasmenya yg keruh kekuningan itu.
Setelah ia benar-benar sangat puas dan letih baru kuhentikan cumbuanku pada alat kemaluannya dan kami berdua tertidur nyenyak kelelahan sampai pagi. Pagi harinya ketika aku bangun mendahuluinya iseng sengaja kulihat bagian belakang tubuhnya yg tadi malam kusetubuhi. Kulihat lubang duburnya yg berwarna coklat susu itu menutup rapat sekali namun dari sela-selanya terlihat keluar leleran lendir berwarna putih kental banyak sekali sampai mengalir keatas pantatnya dan jatuh kebawah membasahi kain sprei tempat tidur. Agak sedikit mengering.

Rupanya tanpa Yeni sadari air maniku yg kutumpahkan didalam lubang duburnya semalam terdesak keluar lagi. Aku lega sekali melihatnya, bagaimanapun aku khawatir kalo sampai membawa efek jelek bagi tubuh Yeni. Minggu siang sebelum kami kembali ke Malang dengan manja Yeni memintaku untuk menyetubuhinya sekali lagi hanya kali ini penetrasi itu kulakukan melalui liang vaginanya. Saat itu kami bersetubuh cukup lama sekali… mungkin hampir 1,5 jam-an karena kami melakukannya dengan diselingi obrolan-obrolan kecil dari soal sex sampai masalah politik. Lucu juga ….tapi asyik dan nikmat bisa berlama-lama menyatukan alat kelamin. Sampai detik ini, itu adalah pengalaman anal sex pertama dan terakhirku karena semenjak peristiwa itu Yeni tak pernah mau lagi diajak sodomi karena menurut sepengetahuan yg pernah dibacanya anal sex seperti itu sangat tidak sehat dan bisa membawa penyakit.

Willy nilly aku membenarkan juga omongannya dan sampai sekarang ini bila kami ingin berhubungan badan saya melakukan penetrasi hanya melalui vaginanya saja. Dengan mbak Marisa sendiri rutinitas sex-ku juga tetap tak berkurang sama sekali sebanyak seminggu 2-3 kali, begitu pula dengan Yeni. Ia sama sekali tak mengetahui perselingkuhanku dengan Yeni, mbak Marisa malah mengira aku sudah berhubungan dengan Sherly padahal hingga saat ini malah aku belum berhasil mengajaknya tidur bersama, karena katanya ia sangat menghormati mbak Marisa yg dianggapnya seperti kakaknya sendiri. Dengan Silvi sampai saat ini sama sekali belum pernah aku mengajaknya sampai begituan, hanya sekali dua kali saja kami bercumbu bibir atau necking sambil meremasi payudaranya yg bulat kenyal. But intercourse .. Not yet!.


0 comments:

Post a Comment

thank for comment